Serangan Israel Tewaskan Setidaknya 30 Warga Palestina di Gaza

Serangan Israel Tewaskan Setidaknya 30 Warga Palestina di Gaza

Global | okezone | Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:26
share

DEIR AL-BALAH — Rumah sakit di Gaza mengatakan serangan Israel menewaskan setidaknya 30 warga Palestina pada Sabtu (31/1/2026). Ini merupakan salah satu jumlah korban tertinggi sejak gencatan senjata Oktober yang bertujuan menghentikan pertempuran.

Sehari setelah Israel menuduh Hamas melakukan pelanggaran gencatan senjata baru, serangan menghantam berbagai lokasi di Gaza, termasuk serangan mematikan di sebuah gedung apartemen di Kota Gaza dan sebuah kamp tenda di Khan Younis, kata para pejabat rumah sakit yang menerima jenazah. Korban termasuk dua perempuan dan enam anak dari dua keluarga berbeda. Sebuah serangan udara juga menghantam kantor polisi di Kota Gaza, menewaskan setidaknya 14 orang dan melukai lainnya, kata Direktur Rumah Sakit Shifa, Mohamed Abu Selmiya.

Serangkaian serangan itu juga terjadi sehari sebelum penyeberangan Rafah di sepanjang perbatasan dengan Mesir dijadwalkan dibuka di kota paling selatan Gaza. Semua penyeberangan perbatasan wilayah tersebut telah ditutup hampir sepanjang perang. Warga Palestina melihat Rafah sebagai jalur kehidupan bagi puluhan ribu orang yang membutuhkan perawatan di luar wilayah itu, di mana sebagian besar infrastruktur medis telah hancur.

Pembukaan perlintasan tersebut, yang awalnya terbatas, menandai langkah besar pertama dalam fase kedua gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS). Pembukaan kembali perbatasan adalah salah satu isu menantang dalam agenda fase yang sedang berlangsung, yang juga mencakup demiliterisasi Jalur Gaza setelah hampir dua dekade pemerintahan Hamas serta pembentukan pemerintahan baru untuk mengawasi rekonstruksi.

 

Namun demikian, serangan pada Sabtu mengingatkan bahwa jumlah korban tewas di Gaza masih terus meningkat meskipun kesepakatan gencatan senjata berjalan perlahan.

Rumah Sakit Nasser mengatakan serangan terhadap kamp tenda menyebabkan kebakaran, menewaskan tujuh orang, termasuk seorang ayah, tiga anaknya, dan tiga cucunya. Sementara itu, Rumah Sakit Shifa mengatakan serangan terhadap gedung apartemen di Kota Gaza menewaskan tiga anak, bibi, dan nenek mereka pada Sabtu pagi. Sedangkan serangan terhadap kantor polisi menewaskan setidaknya 14 orang — terdiri atas petugas, termasuk empat polisi perempuan, warga sipil, dan tahanan yang ditahan di kantor polisi tersebut. Rumah sakit itu juga mengatakan seorang pria tewas dalam serangan pada Sabtu di sisi timur kamp pengungsi Jabaliya.

Hamas menyebut serangan pada Sabtu sebagai "pelanggaran mencolok yang diperbarui" dan mendesak Amerika Serikat serta negara-negara mediator lainnya untuk mendorong Israel menghentikan serangan.

"Semua indikator yang tersedia menunjukkan bahwa kita berurusan dengan 'Dewan Perang,' bukan 'Dewan Perdamaian,'" kata Bassem Naim, seorang pejabat senior Hamas, dalam sebuah unggahan di X, sebagaimana dilansir Associated Press. Ia mempertanyakan legitimasi badan internasional yang diusulkan untuk mengatur Gaza di tengah meningkatnya korban jiwa.

 

Militer Israel, yang telah menyerang target di kedua sisi garis pemisah gencatan senjata, mengatakan serangan mereka sejak Oktober merupakan tanggapan atas pelanggaran perjanjian tersebut. Dalam sebuah pernyataan, mereka menyebut serangan hari Sabtu menyusul apa yang mereka anggap sebagai pelanggaran gencatan senjata sehari sebelumnya, ketika tentara menewaskan sedikitnya empat militan yang keluar dari terowongan di daerah Rafah yang dikuasai Israel.

Jumlah korban tewas yang dilaporkan pada Sabtu beberapa kali lebih tinggi daripada rata-rata harian sejak gencatan senjata dimulai. Hingga Jumat, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat setidaknya 520 warga Palestina tewas akibat tembakan Israel sejak dimulainya gencatan senjata pada 10 Oktober. Kementerian tersebut, yang merupakan bagian dari pemerintahan Hamas, menyimpan catatan korban jiwa terperinci dan umumnya dianggap dapat diandalkan oleh badan-badan PBB serta para ahli independen.

Topik Menarik