Dirut BEI Mundur, Purbaya: Bentuk Tanggung Jawab atas Kesalahan Fatal

Dirut BEI Mundur, Purbaya: Bentuk Tanggung Jawab atas Kesalahan Fatal

Ekonomi | okezone | Jum'at, 30 Januari 2026 - 12:57
share

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, pada pagi ini. Menurutnya, langkah tersebut sudah tepat sebagai konsekuensi atas kegagalan manajemen bursa dalam mengantisipasi isu transparansi yang diangkat oleh MSCI, yang memicu anjloknya IHSG hingga terkena trading halt.

Purbaya menegaskan, pengabaian terhadap masukan lembaga indeks global tersebut menjadi pemicu utama koreksi tajam di pasar modal domestik.

“Tanggapan saya, itu positif sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masalah yang timbul di bursa kemarin,” ujar Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Jumat (30/1/2026).

“Dia tidak mem-follow up masukan atau pertanyaan dari MSCI. Itu kesalahan fatal, sehingga kita mengalami koreksi yang dalam,” tambahnya.

Menkeu memperingatkan bahwa kelalaian di sektor pasar modal tidak boleh mengganggu stabilitas ekonomi nasional yang tengah diperbaiki secara masif.

Sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam melakukan “bersih-bersih”, Purbaya mengungkapkan rencana perombakan besar di Direktorat Jenderal Pajak pada pekan depan, mengikuti langkah serupa yang telah dilakukan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

“Kemarin Bea Cukai saya ganti sekitar 34–35 orang. Minggu depan mungkin sekitar 70 orang pajak akan saya putar. Yang ketahuan main-main akan dipindahkan ke tempat yang lebih sepi,” tegas Purbaya.

 

Langkah ini diambil untuk memastikan fondasi fiskal tetap kuat dan mendukung target pertumbuhan ekonomi yang ambisius.

Di tengah dinamika bursa, Purbaya menjamin pemerintah tetap fokus pada penguatan ekonomi riil. Melalui perbaikan sistem perizinan OSS dan koordinasi intensif bersama Bank Indonesia, ia memastikan ketersediaan likuiditas guna mendorong ekspansi ekonomi tahun ini.

“Kami sudah berkomunikasi dengan bank sentral. Likuiditas cukup agar ekonomi bisa tumbuh 6 persen tahun ini,” ucap Purbaya.

Pemerintah berharap dengan mundurnya pucuk pimpinan BEI dan dilakukannya reformasi regulasi transparansi, kepercayaan investor asing terhadap bursa Indonesia dapat segera pulih. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menjaga agar guncangan di pasar saham tidak berdampak negatif terhadap persepsi stabilitas ekonomi nasional secara keseluruhan.

Topik Menarik