Potret Desa-desa Terpencil di Aceh yang Kembali Dibangun Usai Banjir Bandang
ACEH — Desa-desa terpencil di Aceh yang sempat terisolasi akibat banjir dan longsor beberapa waktu lalu kini bangkit kembali. Jalur-jalur yang sebelumnya tidak dapat dilalui mulai tersambung.
Pantauan di lapangan, Sabtu (24/1/2026), Kodam Iskandar Muda, melakukan gotong royong dengan berbagai pihak. Di sejumlah titik, jembatan penghubung telah berdiri, jalan mulai dibuka, dan aktivitas warga kembali bergerak. Jalur-jalur yang sempat terputus kembali hidup dan menghadirkan harapan baru bagi masyarakat terdampak bencana.
Rangkaian pembangunan ini menjadi bukti bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada wilayah perkotaan, namun menjangkau desa-desa terpencil yang selama ini rentan terisolasi saat bencana melanda.
Meski sebagian akses masih dalam proses pengerasan, masyarakat mulai merasakan manfaatnya. Jalur transportasi kembali terbuka, mobilitas membaik, dan roda kehidupan perlahan kembali berputar.
Di Kabupaten Aceh Timur, salah satu pembangunan yang menonjol adalah jembatan aramco yang dibangun oleh prajurit TNI di Desa Alue Gadeng Dua, Kecamatan Birem Bayeun. Jembatan tersebut telah rampung dan menjadi penghubung penting antara Desa Alue Sentang dan Desa Alue Gadeng Dua, sekaligus membuka akses jalan desa menuju jalur lintas Medan–Banda Aceh.
Pembangunan juga dilakukan di Desa Alue Sentang I, Kecamatan Birem Bayeun, berupa jembatan yang menghubungkan Desa Alue Sentang dengan Desa Alue Gadeng Dua serta terhubung langsung ke jalan lintas Medan–Banda Aceh. Sementara itu, di Desa Alue Sentang II, jembatan berfungsi menghubungkan antardusun dalam desa sekaligus menjadi akses menuju jalur utama.
Di wilayah lain Aceh Timur, jembatan juga dibangun di Desa Buket Kuta, Kecamatan Peudawa. Jembatan ini menghubungkan Dusun Leupon, Gampong Buket Kuta, dengan Simpang Damar, Desa Lhok Lemak, Kecamatan Darul Ihsan. Infrastruktur tersebut menjadi urat nadi penting bagi mobilitas warga, termasuk untuk aktivitas ekonomi dan akses layanan dasar.
Namun tidak hanya Aceh Timur, pemulihan akses juga terlihat di Kabupaten Bener Meriah. Di Kecamatan Permata, ruas jalan KKA yang menghubungkan Aceh Utara dan Bener Meriah mulai diperkuat dengan pembangunan konektivitas di sejumlah titik. Jalur penghubung dibangun di Desa Burni Pase 3, Desa Burni Pase 4 KM 61, serta Desa Pasar Buntul (KM 45) yang menghubungkan Dusun Mekar Jaya menuju Dusun Buntul.
Sementara itu, di Kecamatan Bandar, jalur penghubung antardesa juga dibangun di Desa Bahgie Bertona menuju Desa Pondok Baru.
Sedangkan di Aceh Tamiang, pembangunan akses turut menyasar desa-desa yang selama ini menjadi jalur penghubung antarkampung dan menuju jalan nasional. Di Desa Terban, Kecamatan Karang Baru, jalur penghubung dibangun untuk menghubungkan Desa Tupah dengan Desa Terban menuju jalan raya Medan–Banda Aceh. Di Desa Suka Mulia, Kecamatan Rantau, akses antardusun di Dusun Mawar kini diperkuat agar warga lebih mudah menjangkau pusat aktivitas.
Pembangunan juga dilakukan di Desa Blangkandis, Kecamatan Bandar Pusaka, yang menghubungkan Dusun Bukit Karim, Desa Blangkandis, dengan Dusun Sepakat (Jurung), Desa Batang Ara. Jalur ini menjadi salah satu akses vital bagi warga yang selama ini bergantung pada jalan pedalaman.
Sejumlah titik lain di Aceh Timur juga menjadi bagian dari upaya pemulihan konektivitas. Di antaranya Desa Blang Gleum, Kecamatan Julok, yang menghubungkan Desa Blang Gleum dengan Desa Proyek Sosial. Kemudian Desa Buket Makmur, Kecamatan Julok, yang terhubung dengan Desa Paya Pas. Selain itu, jalur penghubung juga dibangun antara Desa Lhok Seuntang dan Desa Kampung Baru di Kecamatan Julok.
Di Kecamatan Indra Makmur, pembangunan jalur penghubung di Desa Alue Itam memperkuat akses antara Desa Suka Makmur dan Desa Alue Itam. Sementara di Kecamatan Nurussalam, jalur penghubung juga dibangun untuk menghubungkan Desa Alue Siwah Serdang dengan Desa Gampong Masjid.
Di Kabupaten Bireuen, pembangunan jalur penghubung juga dilakukan di sejumlah desa. Di Desa Batee Raya, Kecamatan Juli, jalur penghubung menghubungkan Desa Batee Raya dengan Desa Seneubok Peuraden.
Sementara di Desa Juli Tambo Tanjong, akses menghubungkan desa tersebut dengan Desa Paloh Panyang, Kecamatan Jeumpa. Di Kecamatan Jeumpa, Desa Salah Sirong Jaya juga menjadi titik penghubung antardesa menuju Desa Alue Limeng dan wilayah sekitarnya.
Sedangkan di Aceh Utara, pembangunan jalur penghubung tercatat di Desa Alue Capli, Kecamatan Seunuddon, yang menghubungkan Desa Alue Capli dengan Desa Ulee Rubek Barat. Selain itu, pembangunan akses juga berlangsung di Desa Matang Puntong, Kecamatan Seunuddon, serta di Desa Mesjid Meuraksa, Kecamatan Blang Mangat, yang dikenal dengan Jembatan Jambo Masjid.










