Presiden Prabowo Akan Pidato di World Economic Forum Davos Swiss
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan pidato di hadapan pemimpin dunia dalam forum ekonomi bergengsi, World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Dalam forum WEF ini rencananya akan dihadiri 61 kepala negara dan pemerintahan, serta lebih dari 1000 peserta.
"Presiden Prabowo akan melakukan dialog strategis dengan para CEO dari perusahaan terkemuka mancanegara," ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (19/1/2026).
Diketahui, Presiden Prabowo bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (18/1/2026), untuk menuju Inggris terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Swiss. Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis Indonesia dalam memperkuat peran di kancah diplomasi dan ekonomi global.
Sebelum menuju Swiss, Presiden Prabowo terlebih dahulu singgah di London untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Kerajaan Inggris.
Seskab Teddy menjelaskan bahwa di London, Presiden dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk membahas kerja sama strategis. Tak hanya itu, isu lingkungan juga menjadi poin penting dalam kunjungan ini.
"Selanjutnya, Presiden Prabowo akan mengadakan pertemuan dengan Raja Charles III, dengan salah satu agenda pembahasan terkait pelestarian alam dan lingkungan, serta konservasi gajah, bersama dengan sejumlah tokoh filantropi dunia lainnya," ujar Seskab Teddy.
Meski fokus pada agenda internasional, Presiden Prabowo tetap memastikan koordinasi pemerintahan di dalam negeri berjalan lancar. Sebelum lepas landas, Presiden sempat menerima Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad untuk membahas perkembangan situasi nasional terkini.
"Di Halim, Presiden Prabowo sempat mengadakan pertemuan dengan Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad terkait laporan perkembangan informasi terkini untuk selanjutnya terbang menuju London," jelas Seskab Teddy.
Kunjungan ke Inggris dan Swiss ini menegaskan komitmen Presiden Prabowo untuk membawa Indonesia berperan lebih aktif dalam percaturan global, sekaligus memperkuat posisi ekonomi nasional di tengah dinamika dunia yang terus berubah.







