Pendaki Pelajar Asal Magelang Ditemukan Meninggal di Gunung Slamet Setelah 17 Hari Pencarian

Pendaki Pelajar Asal Magelang Ditemukan Meninggal di Gunung Slamet Setelah 17 Hari Pencarian

Terkini | okezone | Rabu, 14 Januari 2026 - 19:32
share

JAKARTA – Setelah pencarian panjang selama 17 hari, seorang pendaki pelajar SMA asal Magelang, Jawa Tengah, yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet akhirnya ditemukan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan puncak Gunung Slamet, Rabu (14/1/2026).

Korban diketahui bernama Syafiq Ridhan Ali Razan (18). Ia dilaporkan hilang sejak akhir Desember 2025 saat melakukan pendakian di Gunung Slamet.

Tim relawan menemukan korban di sisi selatan Gunung Slamet, tepatnya di ketinggian sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) atau kawasan atas Gunung Malang, Kabupaten Purbalingga. Penemuan tersebut disambut suasana duka oleh para relawan yang sejak awal terlibat dalam operasi pencarian.

Saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan persiapan intensif untuk proses evakuasi jenazah dari area puncak menuju basecamp. Basecamp pendakian di Pos Dipajaya, Desa Clekataan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, tampak ramai oleh warga serta berbagai unsur lembaga terkait.

Proses evakuasi disebut membutuhkan perhitungan matang mengingat kondisi medan yang sangat terjal, ketinggian ekstrem, serta cuaca di Gunung Slamet yang tidak menentu. Hujan dan badai kerap menyelimuti kawasan tersebut, sehingga berpotensi membahayakan tim evakuasi.

Kepala Desa Clekataan sekaligus penanggung jawab basecamp, Sutrisno, mengatakan keselamatan seluruh personel menjadi prioritas utama dalam proses evakuasi.

 

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD setempat, Agus Ikmaludin, menambahkan bahwa seluruh unsur SAR diminta bekerja dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan korban tambahan.

Perwakilan tim pencarian dari Wanadri, Affandi, juga menyebutkan bahwa koordinasi lintas lembaga terus diperkuat guna memastikan proses penurunan jenazah berjalan aman dan lancar.

Dalam operasi ini, unsur yang terlibat meliputi Basarnas, BPBD, TNI-Polri, relawan pecinta alam, hingga masyarakat setempat. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh personel yang bertugas dalam proses evakuasi di medan ekstrem.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi memasuki tahap evakuasi sekaligus mengakhiri penantian panjang keluarga korban, meski harus diterima dengan kabar duka mendalam.

Topik Menarik