Prabowo Absen Jajaran Kabinet Lulusan Taruna Nusantara: Ada AHY hingga Seskab Teddy

Prabowo Absen Jajaran Kabinet Lulusan Taruna Nusantara: Ada AHY hingga Seskab Teddy

Nasional | okezone | Selasa, 13 Januari 2026 - 15:08
share

MALANG — Presiden Prabowo Subianto mengabsen satu per satu jajaran anggota Kabinet Merah Putih yang merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara. Para menteri yang diabsen itu antara lain Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono hingga Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

Prabowo menyebut para alumni Taruna Nusantara yang diabsen saat ini menduduki posisi strategis di pemerintahan maupun lembaga negara. Hal itu disampaikan saat peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026).

Adapun pejabat Kabinet Merah Putih lulusan Taruna Nusantara yang diabsen Prabowo antara lain, Menteri Luar Negeri Sugiono, yang juga menjabat Ketua Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) dan alumni angkatan kelima; Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, alumni angkatan keenam; dan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, alumni angkatan kelima.

Selain itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, alumni angkatan ke-11, turut disebut. Tak hanya dari jajaran kementerian, Presiden juga mengabsen Direktur Utama Pertamina Simon Mantiri, alumni angkatan keenam, serta Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal, alumni angkatan pertama.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, alumni angkatan ke-15, dan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayor Jenderal TNI Edwin Sumanta, alumni angkatan kedua, turut disebut oleh Presiden.

“Di kabinet yang saya pimpin, tadi sudah saya sebut alumni-alumninya. Saya kira cukup banyak lulusan TN di tier satu, dan selanjutnya di tier berikutnya juga mulai muncul banyak kader-kader tersebut,” kata Prabowo.

Presiden menegaskan sejak berdiri pada 1990, SMA Taruna Nusantara telah terbukti melahirkan kader unggul yang berkiprah di tingkat nasional. Keberadaan para alumni di posisi strategis pemerintahan menjadi bukti kontribusi nyata lembaga pendidikan tersebut.

“Saya percaya saudara-saudara akan melaksanakan dengan rasa tanggung jawab yang tinggi karena sejak 1990 sampai sekarang terbukti bahwa kader-kader lulusan TN telah menonjol di tingkat nasional,” ujar Prabowo.

Ke depan, pemerintah berencana memperluas pengembangan sekolah unggulan melalui pendirian SMA Garuda serta pembangunan satu sekolah unggulan di setiap kabupaten. Langkah ini diharapkan mempercepat kebangkitan kepemimpinan nasional dan kemajuan bangsa.

“Dengan tambahan nanti SMA Garuda, juga dengan rencana tiap kabupaten satu sekolah unggulan, ini akan mempercepat, kita harapkan, kebangkitan kepemimpinan dan kebangkitan bangsa Indonesia,” pungkas Prabowo.

Topik Menarik