Merencanakan Keuangan Sejak Dini, Mengapa Tidak?

Merencanakan Keuangan Sejak Dini, Mengapa Tidak?

Gaya Hidup | okezone | Selasa, 13 Januari 2026 - 14:25
share

PERNAH mendengar istilah YOLO? Akronim ini mengacu pada istilah “You Only Live Once,” sebuah istilah yang banyak dianut orang- orang muda, terutama gen Z.  Makna YOLO sebenarnya adalah bahwa kita hidup hanya sekali, sehingga perlu kita manfaatkan sebaik mungkin. Sayangnya, di tangan anak-anak muda, prinsip ini sering disalahartikan. Alih-alih memanfaatkan hidup sebaik mungkin, mereka justru bersikap seolah-olah hidup hanya untuk hari ini. Mereka tak segan menghabiskan banyak uang untuk bisa mengalami semua hal yang bisa dilakukan saat ini. Dampaknya, anak-anak muda ini kehilangan arah dan tujuan, mencurahkan segala sumber daya yang dimiliki demi menikmati hidup di hari ini.

Kita mungkin banyak mendengar, bahwa banyak anak muda yang tidak segan mengeluarkan banyak uang demi mengikuti trend. Apakah itu nongkrong di kafe estetik, liburan di tempat yang popular di dalam atau luar negeri, membeli barang-barang fashion terkini, atau mencoba olah raga tertentu lengkap dengan peralatan yang tidak murah. Tentu saja perilaku seperti ini bukanlah hal yang ideal. Apalagi jika kemudian mereka, karena kurang merencanakan, terlibat dalam kesulitan keuangan: terlilit pinjaman online, hutang kartu kredit, atau meminjam dari orang-orang sekitar demi gaya hidup tersebut.

Langkah paling bijak untuk bisa menerapkan YOLO setiap hari, seumur hidup, sesungguhnya adalah dengan membuat pengelolaan keuangan yang baik. Beberapa hasil penelitian menunjukkan betapa eratnya keterkaitan antara pengelolaan keuangan yang baik dengan kesehatan mental. Semakin baik perencanaan keuangan, semakin rendah tingkat stres seseorang, dan semakin meningkat kesejahteraan psikologisnya. Bagaimanapun, tidak ada yang mengetahui berapa lama kita akan hidup; dan hidup pun tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan.  Di masa depan, bukan tidak mungkin seseorang dihadapkan pada situasi khusus yang membutuhkan biaya mendadak. Misalnya pemutusan hubungan kerja, mengalami penyakit kronis, hilangnya dukungan keuangan (misalnya orang tua yang meninggal dunia atau bangkrut), kebutuhan melanjutkan pendidikan atau meningkatkan keterampilan, dan lain-laian. Pada artikel ini, akan diberikan beberapa tips untuk mengelola keuangan, terutama bagi anak muda yang sudah bekerja dan memiliki penghasilan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan, untuk dapat mulai merencanakan keuangan:

 

1.  Mengutamakan ‘kebutuhan’ di atas ‘keinginan’.

‘Keinginan’ adalah segala sesuatu yang kita sukai tetapi tidak kita butuhkan. Adapun ‘kebutuhan’ adalah segala sesuatu yang terkait dengan kebutuhan dasar. Hidup akan terganggu apabila kita tidak memilikinya. Keinginan tak ada batasnya. Ia bisa muncul kapan saja, dan dalam sitausi apapun. Bahkan ketika sedang melihat sosial media, bisa saja muncul keinginan untuk membeli barang tertentu. Lebih banyak mengikuti keinginan, hampir pasti membuat kita lebih boros! Maka, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengutamakan membeli kebutuhan, adalah kunci pertama dari pengelolaan keuangan.

2. Mencatat pemasukan dan pengeluaran.

Mencatat pemasukan dan pengeluaran sehari-hari  dapat membantu kita untuk mengawasi kondisi keuangan kita. Pemasukan yang dimaksud di sini bukan sekadar gaji tetap, namun juga bonus, penghasilan sampingan, atau keuntungan investasi yang kita miliki. Tanpa pencatatan pemasukan dan pengeluaran, seringkali kita menjadi terlena dan mengeluarkan uang kita tanpa berpikir panjang.

3. Menabung di awal dan menerapkan prinsip 50:30:20.

Menabung tetap perlu dilakukan. Alih-alih melakukannya dengan sisa pemasukan, lakukan hal ini segera setelah menerima penghasilan. Coba terapkan prinsip 50:30:20 dalam mengatur penghasilan kita: 50 untuk kebutuhan pokok sehari-hari (makanan, transportasi, pulsa, dll), 30 untuk keinginan (hiburan, fashion, nongkrong di kafe, liburan dll), dan 20 dialokasikan untuk tabungan (apakah untuk studi lanjut, investasi, kebutuhan mendesak, dll).  Artinya, segera sisihkan 20 dari pemasukan untuk segera ditabung ya.

Demikian 3 tips yang bisa dicoba untuk bisa tetap YOLO, namun tanpa mengabaikan kebutuhan dan berbagai kemungkinan di masa mendatang. Ada satu lagi yang juga bisa dipertimbangkan, adalah dengan memeroleh uang tambahan melalui berbagai kegiatan kreatif, dengan memanfaatkan asset yang dimiliki. Misalnya menjadi affiliate atau dropshipper toko online, menjual hasil karya atau hobi memasakmu, atau menjual foto digital. Selamat mencoba!

Penulis:

Mona Ridho Sidjabat, S.E., MBA.

Maria Novembrina Dewi Embun Pramana, S.Psi

Fitri Fausiah, M.Psi., M.Phil., Psikolog 

Topik Menarik