Purbaya soal Defisit APBN 2025 Rp695,1 Triliun hingga Ekonomi Morat-marit

Purbaya soal Defisit APBN 2025 Rp695,1 Triliun hingga Ekonomi Morat-marit

Ekonomi | okezone | Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:01
share

JAKARTA - Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mencapai Rp695,1 triliun atau setara dengan 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), mendekati ambang batas 3 persen. Defisit APBN 2025 ini juga naik jika dibandingkan defisit tahun 2024 yang berada di level 2,3 persen.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, defisit APBN 2025 melebar dari target awal sebesar 2,53 persen menjadi 2,92 persen sebagai langkah sadar pemerintah untuk menjalankan kebijakan countercyclical. Strategi ini diambil guna memastikan perekonomian tetap berekspansi di tengah tekanan yang melanda sepanjang tahun 2025.

"Defisitnya memang naik ke 2,92 persen dari rencana awal 2,53 persen. Ini tadi dengan misi untuk menjaga ekonomi tetap bisa berekspansi di tengah tekanan global yang tinggi," kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Januari 2026, Kamis 8 Januari 2026.

Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan wujud nyata dari strategi counter-cyclical. Menurutnya, pemerintah bisa saja memotong belanja untuk menekan defisit, namun hal tersebut akan mengorbankan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Kita pastikan di bawah 3 persen ini adalah standar yang paling ketat. Jadi kita mengacu ke sana terus walaupun keadaan agak menekan kita," tambahnya.

Defisit 0 Persen

Namun, kata Purbaya bisa saja defisit APBN 0 persen, tapi hal itu akan membuat ekonomi Indonesia morat-marit. "Saya buat defisit 0 persen juga bisa tapi ekonomi morat-marit," tegas Purbaya.

Meskipun defisit merangkak naik, Purbaya mengapresiasi kinerja jajarannya di Kementerian Keuangan yang berhasil menjaga ambang batas defisit agar tidak melampaui aturan konstitusi sebesar 3 persen.

Dia menyebut pencapaian ini sebagai bentuk kehati-hatian fiskal yang sangat ketat di tengah kondisi yang tidak menentu. "Ini kepiawaian teman-teman Kemenkeu untuk jaga fiskal. Kita jaga defisit di bawah 3 persen walau keadaan agak menekan kita," puji Purbaya kepada timnya.

Purbaya meyakini bahwa stimulus yang diberikan pada tahun 2025 akan membuahkan hasil pada tahun 2026. Dengan fondasi ekonomi yang kini lebih solid, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4 persen dan berencana untuk mulai menekan angka defisit kembali ke level yang lebih rendah.

"Saya yakin 2026 dengan membaiknya fondasi ekonomi dan momentum ekonomi ke depan, defisit bisa ditekan dengan dampak ekonomi ke masyarakat lebih besar. Tahun ini, kita asumsikan ekonomi 5,4 persen, kita coba tekan ke level lebih tinggi lagi," tambahnya.

Dengan demikian, Purbaya berkomitmen bahwa pemerintah akan terus mengelola keuangan negara secara adaptif agar masyarakat tetap dapat merasakan dampak pertumbuhan ekonomi yang inklusif tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan fiskal.

 

Kinerja Pendapatan Negara 2025

Realisasi pendapatan negara tercatat mencapai Rp2.756,3 triliun atau hanya 91,7 persen dari target APBN. Hal ini dipicu oleh penerimaan perpajakan yang tidak mencapai target akibat perlambatan ekonomi seperti Penerimaan Pajak tembus Rp1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target.

Kemudian Kepabeanan dan Cukai mencapai Rp300,3 triliun atau 99,6 persen dari target, PNBP sebesar Rp534,1 triliun atau 104,0 persen dari target dan Hibah sebesar Rp4,3 triliun atau 733,3 persen dari target.

Di sisi lain, belanja negara terealisasi sebesar Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari pagu. Menkeu menyoroti tingginya realisasi belanja kementerian/lembaga (K/L) yang mencapai 129,3 persen dari target.

Rinciannya, Belanja Pemerintah Pusat tembus Rp2.602,3 triliun atau 96,3 persen dari target, Belanja K/L sebesar Rp1.500,4 triliun atau 129,3 persen dari target, Belanja Non-K/L mencapai Rp1.102,0 triliun atau 71,5 persen dari target dan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp849,0 triliun atau 92,3 persen dari target.

Secara nominal, defisit anggaran membengkak menjadi Rp695,1 triliun. Purbaya menyebutkan bahwa selisih ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan ekonomi tetap tumbuh berkesinambungan.

Dengan demikian, Purbaya optimis bahwa fondasi ekonomi yang dijaga melalui stimulus tahun 2025 akan memperkuat momentum di tahun 2026. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,4 persen dan berupaya menekan defisit ke level yang lebih rendah seiring dengan perbaikan penerimaan negara.

"Lalu saya yakin nanti tahun 2026 dengan membaiknya fondasi perekonomian dan menguatnya momentum pertumbuhan ekonomi ke depan, harusnya sih defisit bisa ditekan ke level yang lebih rendah," pungkasnya.

Topik Menarik