Marc Marquez Tak Ingin Fans-nya Terus Pelihara Dendam ke Valentino Rossi
MARC Marquez mengakui hidup dengan kebencian tidaklah menyenangkan. Untuk itu, ia berharap para penggemarnya segera mengakhiri dendam ke Valentino Rossi.
Rivalitas Marquez dan Rossi cukup ikonik di MotoGP. Semua berawal dari perseteruan keduanya pada Kejuaraan Dunia 2015 yang memuncak berkat Sepang Clash.
1. Hidup dengan Kebencian
Ketika itu, Rossi dituduh menendang Marquez di Sirkuit Internasional Sepang, Selangor, pada MotoGP Malaysia 2015. The Doctor dijatuhi hukuman hingga akhirnya gagal menjadi juara dunia.
Rossi disebut-sebut dendam dengan Marquez hingga detik ini. Namun, The Baby Alien malah bersikap sebaliknya. Ia tidak mau permusuhan itu menjadi abadi, terutama di kalangan penggemar.
“Saya pikir hidup dengan kebencian itu sangat sulit. Saya tidak mau penggemar saya menyimpan dendam,” kata Marquez, mengutip dari Motosan, Sabtu (10/1/2026).
“Saya ingin mereka menyimpan energi untuk mendukung saya dan bukan untuk hal-hal yang lain,” imbuh pria berpaspor Spanyol itu.
2. Tidak Paham
Marquez sudah memberi contoh musim lalu. Ia meminta penggemarnya tidak menyalahkan Marco Bezzecchi atas insiden di MotoGP Mandalika 2025.
Kebetulan, Bez adalah anak didik Rossi. Tentu, pria asal Italia itu adalah sasaran empuk kemarahan penggemar Marquez. Sang idola tak mau kesalahan yang sama terulang.
“Ketika saya cedera (di Mandalika), pembalap lain menabrak saya, tapi itu adalah sebuah kecelakaan karena kami sama-sama mendorong hingga batasan. Terkadang, orang-orang tidak memahami hal ini,” urai Marquez.
Kini, Marquez telah pulih dari cedera di bahu kanannya. Ia terus bersiap menyambut MotoGP 2026 yang akan dimulai di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, pada 27 Februari hingga 1 Maret.









