Prabowo Minta Disiplin Prosedur Program MBG Ditingkatkan
BOGOR - Presiden Prabowo Subianto meminta disiplin prosedur teknis dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), ditingkatkan agar tidak lagi terjadi persoalan di lapangan. Permintaan tersebut disampaikan secara khusus kepada Badan Gizi Nasional (BGN) guna memastikan program berjalan optimal bagi seluruh penerima manfaat.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengatakan, Prabowo menaruh perhatian serius terhadap masih adanya kendala teknis yang terjadi pada pelaksanaan MBG, terutama pada Desember 2025.
"Beliau menghendaki untuk disiplin prosedur itu ditingkatkan. Karena menurut catatan dari Kepala BGN, di bulan Desember masih ada kurang lebih 15 kejadian, dan Bapak Presiden meminta semaksimal mungkin hal-hal seperti ini tidak boleh lagi terjadi," kata Prasetyo usai Taklimat Awal Tahun 2026 di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).
Prasetyo menegaskan, tidak ada kendala anggaran dalam pelaksanaan program MBG. Pemerintah, kata dia, telah mengalokasikan anggaran yang besar untuk memastikan keberlanjutan program tersebut.
“Untuk tahun 2026 sudah dialokasikan kurang lebih Rp335 triliun dalam APBN untuk program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa hingga Januari 2026, program MBG telah memberikan manfaat kepada sekitar 55 juta anak-anak dan ibu hamil di seluruh Indonesia. Capaian tersebut dinilai membanggakan karena banyak negara lain membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencapai jumlah penerima manfaat yang sama.
Prabowo mencontohkan, Brasil membutuhkan waktu 11 tahun untuk menjangkau sekitar 40 juta penerima manfaat dalam program serupa.
“Kita satu tahun sudah 55 juta penerima manfaat. Apakah ada kekurangan? Ada. Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan,” kata Prabowo.
Meski mengakui masih terdapat kekurangan, Presiden menyebut tingkat keberhasilan program MBG saat ini telah mencapai 99,99 persen. Namun demikian, ia menegaskan pemerintah tidak boleh berpuas diri.
“Karena itu kita harapkan zero defect. Itu yang harus kita capai. Kita tidak puas. Dengan kekurangan nol koma nol sekian itu pun bagi kita sesuatu yang harus kita atasi, dan Alhamdulillah, kita sudah mengatasi dan akan terus kita atasi,” tegas Prabowo.










