Daftar Fenomena Langit Selama Januari 2026
JAKARTA – Di awal tahun 2026 sejumlah fenomena akan menghiasi langit, mulai dari purnama super, hujan meteor, hingga penampakan terbaik Jupiter sepanjang tahun. Deretan fenomena ini bisa dinikmati hanya dengan mata telanjang, selama langit cukup cerah dan jauh dari polusi cahaya.
Berikut rangkaian fenomena langit yang akan terjadi sepanjang Januari 2026:
Supermoon Wolf Moon – 3 Januari
Pada 3 Januari 2026, Bulan purnama pertama tahun ini berstatus supermoon yang kerap dijuluki Wolf Moon. Supermoon terjadi ketika Bulan berada dekat titik terdekatnya ke Bumi sehingga tampak sedikit lebih besar dan lebih terang daripada purnama biasa.
Puncak fase purnama memang terjadi pada siang hari waktu Indonesia, tetapi efek purnama bisa dinikmati pada malam 2–3 dan 3–4 Januari. Wolf Moon ini juga menjadi purnama pertama dari rangkaian beberapa supermoon yang akan mewarnai kalender langit 2026.
Hujan Meteor Quadrantid – 3–4 Januari
Masih di awal bulan, hujan meteor Quadrantid mencapai puncak pada malam 3–4 Januari 2026. Secara teori, laju puncaknya dapat menyentuh puluhan meteor per jam, menjadikannya salah satu hujan meteor utama di awal tahun.
Namun, tahun ini Quadrantid bersanding dengan cahaya Bulan purnama yang sangat terang sehingga hanya meteor paling cerah yang berpeluang terlihat, sekitar belasan per jam dalam kondisi langit ideal. Waktu terbaik pengamatan berada menjelang fajar ketika titik radiannya cukup tinggi dan posisi Bulan mulai lebih rendah di langit.
Konjungsi Bulan dengan Bintang dan Planet
Awal Januari juga diwarnai beberapa pertemuan dekat Bulan dengan bintang dan planet terang. Pada 1 Januari, Bulan tampak berada tidak jauh dari Aldebaran, bintang oranye kemerahan di rasi Taurus yang kerap dijuluki “mata Sang Banteng.”
Pada 3 Januari, menjelang dan sesudah purnama, Bulan melintas dekat Jupiter sehingga keduanya tampak menonjol berdampingan di langit malam. Sehari kemudian, 4 Januari, Bulan akan tampak berdekatan dengan Pollux, bintang utama di rasi Gemini.
Jupiter di Titik Oposisi Utama
Sepanjang Januari, Jupiter menjadi “bintang” utama di langit malam karena mencapai oposisi pada 10 Januari 2026. Dalam posisi ini, Jupiter berseberangan dengan Matahari di langit sehingga tampak paling terang dan dapat diamati hampir semalam suntuk.
Ini waktu ideal bagi pengamat untuk menikmati detail atmosfer Jupiter dan menyaksikan pergerakan empat satelit Galilea melalui teleskop kecil. Bagi mata telanjang, Jupiter akan terlihat seperti titik sangat terang yang mendominasi langit setelah Matahari terbenam.
Pergerakan Planet Lain Sepanjang Januari
Saturnus masih dapat diburu di awal malam, terutama menggunakan teleskop kecil untuk menampakkan cincin khasnya. Uranus dan Neptunus tetap mungkin diamati, tetapi membutuhkan teropong kuat atau teleskop serta langit yang benar-benar gelap.
Merkurius hanya memiliki jendela kemunculan singkat di langit pagi awal bulan sebelum kemudian terlalu dekat dengan Matahari dan sulit diamati. Venus dan Mars praktis tenggelam dalam silau Matahari sepanjang Januari sehingga belum menjadi target menarik di langit fajar maupun senja.
Itulah deretan fenomena langit yang bisa diamati sepanjang Januari 2026.

