Patung Macan Putih yang Viral di Kediri Kini Jadi Ladang Cuan

Patung Macan Putih yang Viral di Kediri Kini Jadi Ladang Cuan

Travel | okezone | Minggu, 4 Januari 2026 - 17:01
share

JAKARTA - Patung macan putih yang viral di Kediri kini kembali naik daun. Berawal dari viral karena bentuknya yang dianggap lucu, kini patung macan putih tersebut justru menjadi ikon baru di Kediri.

Seperti yang ramai diunggah di media sosial TikTok, kawasan sekitar patung macan putih itu kini dijadikan lokasi Car Free Day (CFD) setiap Minggu. Tak hanya itu, patung macan putih tersebut juga mulai dimanfaatkan sebagai ikon pada berbagai suvenir, seperti kaos.

Dalam unggahan akun TikTok Jembling_021, tampak seorang pedagang menjajakkan kaos bergambar macan putih. Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Warga tampak mengerumuni pedagang tersebut untuk membeli kaos yang dijajakan.

Dari kolom komentar, diketahui bahwa macan putih tak hanya dijadikan gambar pada kaos, tetapi juga diolah menjadi boneka. Unggahan tersebut pun menuai beragam reaksi dari warganet.

Banyak warganet kini memuji pembuat patung tersebut, yang kerap disapa Mbah Suwari. Menurut mereka, hasil karya Mbah Suwari justru menjadi berkah bagi masyarakat sekitar.

"Jangan lupa sama Mbah Suwari yang bikin patung. Kalau laris manis," tulis akun Feni Fitri Lestari, dikutip Minggu (4/1/2026). 

 

"Alhamdulillah, karya Mbah Suwari membawa berkah," tulis akun geprekku.

"Pintar buatnya patung pas dengan liburan Nataru, jadinya seperti tempat wisata. Terus kalau nanti sudah tidak viral, katanya mau dibongkar. Kalau jadi, bisa viral part 2," tulis akun Tata.

Sebagai informasi, dilansir dari laman unesa.ac.id, patung macan putih bukan sekadar karya seni acak. Menurut penjelasan Kepala Desa setempat bernama Safi'i, monumen ini dibuat melalui hasil musyawarah desa yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda.

Nama Macan Putih sendiri diambil dari cerita legenda lokal yang telah lama hidup dalam tradisi lisan warga. Macan Putih dipercaya sebagai simbol penjaga yang melindungi desa dari marabahaya.

Patung ini dibuat oleh seniman lokal bernama Suwari selama 19 hari. Meski hasilnya menuai beragam reaksi, Suwari melihat karya tersebut sebagai bagian dari budaya dan identitas lokal yang sarat makna.