Perdamaian dengan Insanul Fahmi Jadi Kode Inara Rusli Mau Dipoligami? Ini Faktanya!
JAKARTA - Inara Rusli secara blak-blakan telah mengakui Insanul Fahmi sebagai suami sirinya. Hubungan mereka pun kembali membaik setelah adanya perdamaian hingga pencabutan laporan du Polda Metro Jaya pada 29 Desember lalu.
Kuasa hukum Inara, Deddy DJ, menjelaskan status pernikahan siri kliennya dan Insanul dimata hukum.
"Pernikahan siri dalam hukum agama masih compatible, kalau dalam hukum negara mereka belum diakui karena siri,” kata Deddy DJ saat dimonfirmasi awak media melalui pesan singkat.
Deddy mengakui, Inara memang ingin Inara mengesahkan pernikahannya dengan Insanul secara hukum negara melalui isbat nikah. Hal tersebut dinilai penting demi kepastian dan perlindungan hukum bagi Inara.
Meski demikian, Deddy tidak menjelaskan detail apakah Inara memang bersedia menjadi istri kedua Insanul jika pernikahan mereka di sahkan secara hukum negara.
"Ya pasti lah, pengen punya payung hukum buku nikah. Memang boleh nikah poligami, tapi kan seizin istri pertama, nanti kita lihat seperti apa," ujarnya.
Soal keinginan Insanul untuk berpoligami, Deddy menyebut pengusaha itu kini tak ingin memperkeruh keadaan baik dengan Inara maupun Mawa. Insanul dikatakan Deddy sudah cukup lega dengan perdamaian yang terjalin bersama Inara Rusli.
"Dia tidak mau bermasalah dengan Inara dan Mawa. Kalau baik ya pengen dijalankan (poligami), selama baik, itu aja silaturahmi baik enggak masalah,” ungkapnya.
Deddy juga menyampaikan harapan Insanul terkait hubungannya dengan Mawa meski akan digugat cerai.
Sebagai ibu dari anak kandungnya, Insanul ingin menjaga silaturahmi dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
"Dia tetap menjaga silaturahmi dengan Mawa karena ibu dari anak kandungnya. Dia menghormati proses hukum yang dilaporkan Mbak Mawa, ini negara hukum menganut asas praduga tak bersalah. Pengen ke Mbak Mawa ingin kepastian hukum," jelasnya.
Di sisi lain, Deddy menduga persoalan yang melibatkan Mawa diduga ditunggangi oleh oknum tak bertanggung jawab demi keuntungan pribadi.
"Tapi sayang Mawa diduga ada pihak yang nunggangin, oleh oknum yang niat mencari keuntungan. Ditunggangi yang bisa mengakses CCTV itu berapa orang, banyak itu, kelompok," katanya.






