Jamaah Haji Indonesia Mulai Bergerak dari Muzdalifah ke Mina, Apa Saja Amalan yang Bisa Dilakukan?

Jamaah Haji Indonesia Mulai Bergerak dari Muzdalifah ke Mina, Apa Saja Amalan yang Bisa Dilakukan?

Terkini | okezone | Jum'at, 6 Juni 2025 - 04:17
share

MAKKAH – Setelah menjalani wukuf di Arafah pada Kamis (5/6/2025) siang Waktu Arab Saudi (WAS), jamaah haji Indonesia berangkat ke Muzdalifah pada pukul 19.00 WAS. Setelah melewati perjalanan sekira 30 menit dari Arafah, jamaah haji Indonesia tiba di Muzdalifah.

Di Muzdalifah, jamaah bisa melakukan beberapa amalan. Sebut saja melakukan mabit, mengumpulkan kerikil untuk melempar jumrah aqobah di Mina, Shalat Jama' Maghrib dan Isya, membaca wirid, talbiyah hingga berdoa.

Momen jamaah haji Indonesia melakukan mabit di Muzdalifah. (Foto: Ramdani Bur/MCH 2025)

Jamaah yang tiba di Muzdalifah pada pukul 19.30 WAS, mulai bergeser ke Mina. Tercatat ada delapan gelombang pemberangkatan dari Muzdalifah ke Mina. Sebut saja pukul 23.30-00.30, 00.30-01.30, 01.30-02.30, 02.30-03.30, 03.30-04.30, 04.30-05.30, 05.30-06.30 dan 06.30-07.30.

Jamaah digeser ke Mina untuk melempar jumrah aqobah di jamarat. Jamaah bisa melempar tujuh kerikil dengan mengucapkan takbir tiap kali melontarkannya. Kemudian berdoa menghadap kiblat “Allahummaj’alhu hajjan mabruuron wa dzanban maghfuuron.

Selain melempar jumrah, ada beberapa amalan yang bisa dijalani jamaah haji Indonesia selama berada di Mina. Setelah melempar jumrah, jamaah bisa melakukan tahallul awal.

Jika memungkinkan di hari yang sama atau 10 Dzulhijjah, jamaah diimbau berangkat ke Makkah untuk menjalankan taawaf ifadhah beserta sai. Jika dianggap berat, jamaah bisa menunda tawaf ifadhah dan Sai akhir hari tasyrik.

 

Jika berat untuk dilakukan, dibolehkan menunda pelaksanaan tawaf ifadhah tersebut hingga akhir hari tasyrik (13 Dzulhijjah), bahkan sebagian Ulama membolehkan sampai akhir Dzulhijjah.

Momen jamaah haji melakukan tawaf. (Foto: Kementerian Agama)

Setelah itu, jamaah akan melakukan tahallul kedua, mabit di Mina dan tawaf wada. Jika poin-poin di atas dijalani secara benar, status haji disandang para jamaah Indonesia maupun dari seluruh dunia.

Sekarang satu harapannya, pelaksanaan ibadah haji 2025 berjalan lancar. Satu lagi, seluruh jamaah Indonesia menjadi haji mabrur sepanjang umur.

Topik Menarik