Loading...
Loading…
Jual Baju Online Modus untuk Tutupi Bisnis Jual Sabu

Jual Baju Online Modus untuk Tutupi Bisnis Jual Sabu

Nasional | lombokpost | Selasa, 23 Maret 2021 - 11:30

MATARAM -Tiga ibu rumah tangga (IRT) yang ditangkap di Karang Bagu, Cakranegara, ditetapkan sebagai tersangka pengedar sabu. Hasil pemeriksaan, tiga IRT berinisial NH alias Yati; SU alias Marni; dan HR alias Anah itu sudah lama menjalankan bisnis haramnya. Mereka jual sabu sejak dua tahun lalu, ungkap Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi dalam jumpa pers, Senin (22/3/2021).

Dia menyebutkan, sehari-hari, ketiga IRT itu menjual baju secara online. Namun profesinya itu hanya sebagai modus untuk menutupi bisnis haramnya. Setiap mengantar baju, sekalian antar sabu, jelas Heri.

Diketahui, ketiga IRT tersebut ditangkap Jumat malam (19/3/2021) lalu. Hasil penggeledahan, Satresnarkoba Polresta Mataram 77, 1 gram dan uang Rp 28,8 juta.

Barang bukti sabu milik tersangka Marni 40,24 gram dan uang Rp 26 juta. Dari Yati ditemukan sabu 13,86 gram. Terakhir, dari Anah polisi menemukan sabu 23 gram dan uang Rp 2,8 juta.

Heri mengatakan, mereka menjual sabu karena faktor ekonomi. Suami mereka tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap. Semua karena faktor ekonomi sehingga menjual narkoba, ujarnya.

Kasatresnarkoba Polresta Mataram AKP I Made Yogi Purusa Utama menambahkan, ketiga IRT tersebut satu jaringan. Mereka mengambil barang haram tersebut dari seseorang berinisial AL. Tempat mereka ambil barang (sabu) masih kita kejar, ujarnya.

Baca Juga :
Jualan Baju Online Sambil Edarkan Sabu, Janda Ditangkap

Pengakuan para tersangka, jumlah sabu yang diambil cukup besar. Sabu yang diambilnya itu dibagi tiga. Sekali ngambil hingga 1 ons lebih, ungkapnya.

Ketiga IRT dijerat Pasal 112 dan pasal 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya 20 tahun penjara. (arl/r1)

Original Source

Topik Menarik