Loading...
Loading…
Pengganti Artidjo Alkostar dari Keanggotaan Dewas KPK Ditunjuk Jokowi

Pengganti Artidjo Alkostar dari Keanggotaan Dewas KPK Ditunjuk Jokowi

Nasional | jawapos | Selasa, 02 Maret 2021 - 18:27

JawaPos.com Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menyampaikan, penunjukan Anggota Dewan Pengawas KPK merupakan kewenangan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal ini mengenai pengganti Anggota Dewas KPK, Artidjo Alkostar yang wafat pada Minggu (28/2).

Menurut Ghufron, dalam Pasal 12 ayat (1) huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pengangkatan Ketua dan Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang menentukan Ketua dan Anggota Dewan Pengawas berhenti atau diberhentikan, atau apabila meninggal dunia, maka status Anggota Dewan Pengawas KPK tersebut diberhentikan.

Kemudian berdasarkan ketentuan Pasal 15 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2020 atas kekosongan jabatan Anggota Dewan Pengawas KPK dimaksud, maka Ketua Dewan Pengawas KPK dalam jangka waktu paling lama tiga hari, sejak terjadinya kekosongan jabatan menyampaikan kepada Presiden Republik Indonesia, kata Ghufron dikonfirmasi, Selasa (2/3).

Ghufron menyebut, Ketua dan Anggota Dewas periode 2019-2023 ditunjuk dan diangkat untuk pertama kali oleh Presiden. Hal tersebut termaktub dalam UU Nomor 19 tahun 2019 tentang KPK.

Dengan demikian, lanjut Ghufron, maka pengganti Artidjo akan ditunjuk oleh Presiden. Dari uraian di atas pergantian antar waktu Anggota Dewan Pengawas KPK, ditunjuk dan diangkat oleh Presiden, ucap Ghufron.

Terpisah, Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean mengakui telah berkirim surat ke Jokowi. Surat itu dikirimkan pada Selasa (2/3) hari ini.

Sudah (surat ke Jokowi), ujar Tumpak.

Sebagaimana diketahui, Artidjo Alkostar meninggal dunia pada Minggu (2/3) pukul 14.00 WIB dalam usia 72 tahun.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD saat melepas kepergian terakhir Artidjo Alkostar menegaskan, tidak terpapar Covid-19, melainkan menderita penyakit lainnya.

Penyakitnya sejak lama beliau mempunyai komplikasi ginjal, jantung, dan paru-paru. Tapi bukan Covid-19. Karena dokter merekomendasi tidak di rumah sakit. Jadi beliau sakit memang itu. Penyakit orang tua lah ya, ginjal, jantung, komplikasi, kata Mahfud usai melayat jenazah Artidjo di Apartemen Springhill, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (28/2).

Menurut Mahfud, Artidjo adalah mantan Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung. Karena kiprahnya dan integritasnya di bidang hukum, Artidjo kemudian diangkat sebagai Dewas KPK.

Beliau adalah mantan Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung dan sekarang menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tandas Mahfud.

Saksikan video menarik berikut ini:

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{
{
{