Loading...
Loading…
Jokowi Cabut Perpres Miras, Muhammadiyah: Bentuk Terbuka Atas Kritik

Jokowi Cabut Perpres Miras, Muhammadiyah: Bentuk Terbuka Atas Kritik

Nasional | jawapos | Selasa, 02 Maret 2021 - 15:26

JawaPos.com Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengapresiasi atas political-will Presiden Jokowi yang mencabut lampiran terkait investasi industri minuman keras (miras) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Ini menunjukkan pemerintah bersikap demokratis dan legowo atas aspirasi dan keberatan luas umat beragama, khususnya umat Islam.

Langkah pencabutan Perpres tersebut oleh Presiden merupakan sikap politik yang positif dan menunjukkan keterbukaan pemerintah atas kritik dan masukan konstruktif masyarakat demi kemaslahatan bangsa, tutur Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, dalam keterangannya, Selasa (2/3).

Pemerintah tentu memahami bahwa masalah miras bukan hanya urusan umat beragama semata, yang memang di dalam Islam diharamkan. Tetapi juga dapat merusak mental dan moral bangsa.

Pembangunan ekonomi tentu sangat didukung penuh oleh semua pihak, asalkan tidak bertentangan dengan nilai Pancasila, agama, dan kebudayaan luhur Indonesia. Masih terbuka banyak bidang yang dapat dikembangkan dalam pembangunan ekonomi dan investasi di negeri ini, tutup Haedar.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memutuskan untuk mencabut lampiran terkait miras setelah mendengar berbagai masukan dari elemen masyarakat terkait kebijakan tersebut. Mulai dari MUI, NU hingga Muhammadiyah.

Bersama ini saya sampaikan saya putuskan lampiran Perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri minuman keras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut, ujar Jokowi dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (2/3).

Saksikan video menarik berikut ini:

Original Source

Topik Menarik

{