Loading...
Loading…
Ada 16 Juta Perokok, Filipina Hadapi Pro dan Kontra Rokok Elektrik

Ada 16 Juta Perokok, Filipina Hadapi Pro dan Kontra Rokok Elektrik

Nasional | jawapos | Selasa, 02 Maret 2021 - 12:51

JawaPos.com Perdebatan terjadi antara koalisi pengurangan bahaya tembakau Filipina dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Filipina terkait penggunaan rokok elektrik atau vape. Salah satu pihak menilai rokok elektrik justru bisa memberi alternatif produk tembakau bagi 16 juta perokok daripada merokok.

Kedua pihak memperdebatkan draf pedoman untuk regulasi rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan. Perwakilan Filipina untuk Coalition of Asia Pacific Tobacco Harm Reduction Advocates (CAPHRA) Clarisse Virgino mengatakan dalam sosialisasi tersebut, FDA Filipina mengabaikan masukan dari para pemangku kepentingan yang akan terdampak langsung oleh draf pedoman regulasi tersebut.

Dalam laman manilastandard, konsultasi yang diadakan oleh FDA Filipina pada 6-8 Oktober terkait produk vape dan produk tembakau dipanaskan, ternyata berisi pembicaraan satu arah melalui rekaman dengan pertanyaan pilihan yang mengabaikan pandangan para vapers.

Tidak mengandung bukti ilmiah, dan melanggar hak para konsumen yang seharusnya didengar pendapatnya, ujar Clarisse Virgino, seperti dilansir dari Inquirer , Selasa (2/3).

Pihaknya juga mendesak FDA Filipina untuk mendengarkan dan menghormati hak 16 juta perokok di Filipina yang berhak mendapatkan alternatif yang lebih baik daripada rokok. Komunitas Vape Peter Paul Dator dari Vapers PH mengatakan FDA Filipina seharusnya menerima masukan dari para konsumen dan pemangku kepentingan yang akan terdampak langsung oleh draf pedoman tersebut.

Kami hanya meminta adanya transparansi dan inklusi dalam diskusi karena kami, para konsumen, adalah pihak yang terdampak langsung oleh pedoman ini, bukan kelompok para ahli farmasi atau medis yang tidak memiliki andil dalam masalah ini, sebut Peter Paul Dator.

Kami berharap jika ada dialog berikutnya, para pejabat FDA akan membuka pikirannya, mendengarkan bukti ilmiah dan melaksanakan kewajiban mereka dalam mengatur, dan bukan membatasi perkembangan produk baru ini, seperti yang sekarang tertuang dalam aturan kita saat ini, sambung Peter Paul Dator.

Dator menambahkan, batasan yang diterapkan dalam konsultasi publik menghalangi terjadinya diskusi secara ekstensif dan menyeluruh terkait pengadaan pedoman yang diajukan.

Dalam menyusun regulasi yang berpotensi memberikan perubahan positif bagi 16 juta perokok di Filipina, kami sebagai pemangku kepentingan berharap adanya proses yang lebih transparan dan partisipatif, ujarnya.

Baru-baru ini, FDA Filipina mengadakan dua audiensi publik yang dihadiri oleh sejumlah anggota kongres seiring dengan persiapan pedoman bagi pengaturan produk vape dan produk tembakau yang dipanaskan.

Sementara Royal College of Physicians, Public Health England, dan National Academies of Science, Engineering and Medicine menilai, vape atau rokok elektrik tersebut memiliki risiko yang lebih rendah daripada rokok karena tidak dibakar. Oleh karena itu, produk tersebut tidak menghasilkan asap yang mengandung 7 ribu bahan kimia berbahaya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Original Source

Topik Menarik