Loading...
Loading…
Prajurit TNI Jadi Guru di Pedalaman Papua

Prajurit TNI Jadi Guru di Pedalaman Papua

Nasional | koran-jakarta.com | Jumat, 29 Januari 2021 - 10:49

Akibat pandemi Covid-19, banyak sekolah menghentikan kegiatan belajar tatap muka. Ini dilakukan untuk mencegah potensi penularan virus. Seperti yang terjadi di sekolah yang ada di Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom.

Distrik Arso Timur yang ada di Kabupaten Keerom itu sendiri, tidak seperti daerah di kota besar, yang akses komunikasinya lancar. Jaringan internet di distrik ini belum bagus. Tidak hanya itu, sedikit pula warga yang memiliki handphone dengan jaringan internet yang lancar.

Menyikapi kondisi tersebut, para prajurit yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro Kostrad tidak tinggal diam. Mereka membuka sekolah darurat yang digelar di Pos Pitewi, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom.

Pembukaan sekolah darurat ini dalam upaya menjamin anak-anak perbatasan RI-PNG tetap belajar pada masa pandemi Covid-19 yang sedang mewabah di seluruh wilayah Indonesia, kataDansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad, Mayor Inf Anggun Wuriyanto, dalam rilis tertulisnya yang diterima Koran Jakarta , Rabu (27/1).

Bukti Kepedulian

Menurut Mayor Anggun, kegiatan belajar mengajar yang diberikan personel Satgas merupakan bukti kepedulian terhadap masa depan anak-anak Papua, khususnya yang berada di perbatasan RI-PNG.

Mereka tidak seperti teman-teman lainnya di kota yang masih bisa belajar melalui daring atau melalui media jejaring komputer. Untuk itu, kami menggelar sekolah darurat ini untuk tetap menjaga kualitas belajar mereka,ujar Mayor Anggun.

Mayor Anggun mengungkapkan berdasarkan laporan dari salah seorang wali siswaSD Pitewi Distrik Arso Timur, hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak sekolah, kapan kegiatan belajar tatap muka akan dibuka kembali. Maka karena belum adanya kejelasan belajar tatap muka akan dimulai lagi, Kapten Inf Rum Patria,Komandan Pos Pitewi menginisiasi untuk membuka sekolah darurat di posnya.

Menurut Mayor Anggun, gagasan tersebut muncul karena seringnya anak-anak dari Kampung Pitewi tersebut sering bermain di Pos. Hampir setiap hari mereka berkumpul di Pos untuk sekadar bermain bola, menonton TV atau sekadar duduk-duduk karena memang mereka tidak pergi ke sekolah.

Akhirnya kami putuskan membuka sekolah darurat ini setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat agar mereka tetap bisa mendapatkan ilmu pengetahuan, tutur Mayor Anggun. n ags/N-3

Original Source

Topik Menarik