Loading...
Loading…
Dua Terduga Pengedar Sabu di Kediri Lombok Barat Diringkus Polisi

Dua Terduga Pengedar Sabu di Kediri Lombok Barat Diringkus Polisi

Nasional | lombokpost | Rabu, 27 Januari 2021 - 11:40

GIRI MENANG -Kota Santri Kediri, Lombok Barat, ternoda oleh peredaran gelap narkoba. Dalam beberapa bulan terakhir, aparat kepolisian beberapa kali melakukan penangkapan di wilayah ini.

Terakhir, Senin (25/1) lalu, polisi menangkap dua orang terduga pengedar sabu dari Desa Kediri. Kita tangkap sekitar pukul 20.30 Wita, kata Kasatresnarkoba Polres Lobar Iptu Faisal Afrihadi di ruangannya, Selasa (26/1).

Dua orang yang ditangkap tersebut berinisial UA dan JG, warga Dusun Karang Bedil, Desa Kediri. Penangkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat, terangnya.

Polisi mendapat informasi jika di rumah UA sering ada transaksi narkotika jenis sabu. Atas informasi tersebut Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Lobar yang dipimpin kasatresnarkoba memerintahkan penyelidikan dan pengintaian di sekitar TKP.

Setelah informasi dinyatakan valid, tim opsnal melakukan penangkapan terhadap kedua terduga pelaku. Saat penangkapan terduga pelaku sedang memoket narkotika jenis sabu dan sedang mengonsumsi narkotika jenis sabu di dalam rumah tersebut, tuturnya.

Dengan sigap Tim Opsnal Polres Lobar yang dibantu personel Polsek Kediri mendobrak pintu rumah UA. Keduanya langsung diamankan dan dilakukan penggeledahan, tambahnya.

Baca Juga :
Polisi Tangkap Terduga Pengedar Narkoba

Penggeledahan badan disaksikan kepala dusun dan Ketua RT 02 setempat. Hasil penggeledahan ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 13,07 gram. Terdiri dari 22 poket yang terbagi 17 poket kecil dan lima poket ukuran sedang.

Polisi juga menyita alat hisap, gunting, telepon genggam, dan uang tunai diduga hasil penjualan sabu Rp 4,19 juta. Kalau hasil pemeriksaan, harga barang sebelum dipoket Rp 1,3 juta, setelah dipoket dan diedarkan hasilnya bisa Rp 1,8 juta, imbuhnya.

Kedua terduga pengedar dan barang bukti dibawa ke Satresnarkoba Polres Lobar guna pemeriksaan lebih lanjut. Keduanya disangkakan Pasal 112 dan Pasal 114 tentang pengedar. Hukuman maksimal 20 tahun penjara, jelasnya.

Satresnarkoba Polres Lobar akan terus menindaklanjuti kasus ini. Melanjutkan penyelidikan ke arah lainnya. Diduga barang yang masuk di Kediri kebanyakan dari luar daerah. Kami tidak akan berhenti berbuat untuk pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polres Lombok Barat, tegas Faisal. (nur/r3)

Original Source

Topik Menarik