Loading...
Loading…
GP Ansor Minta Kasus Wajib Jilbab di SMKN 2 Kota Padang Tak Terulang

GP Ansor Minta Kasus Wajib Jilbab di SMKN 2 Kota Padang Tak Terulang

Nasional | sindonews | Selasa, 26 Januari 2021 - 14:58

JAKARTA - Gerakan Pemuda (GP) Ansor sangat prihatin dengan munculnya kasus kewajiban berjilbab bagi siswi nonmuslim di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kota Padang, Sumatera Barat. Munculnya kasus ini juga menunjukkan masih ada pihak-pihak yang belum memahami dengan mendalam makna keberagaman di Indonesia.

Adung, sapaan akrabnya, menandaskan, keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia adalah modal besar terciptanya persatuan. Kata Adung, perbedaan keyakinan, suku, rasa atau bahasa itulah yang terbukti menjadi pengikat para pendiri bangsa untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Dengan fakta demikian, perbedaan yang ada sudah semestinya dipupuk dan dikuatkan, bukan malah diupayakan untuk diseragamkan.

"Komitmen GP Ansor juga jelas bahwa selalu menjunjung tinggi nilai-nilai perbedaan yang ada di Indonesia. Untuk itu jangan ada pihak-pihak yang berupaya memaksakan kehendak apapun itu dalihnya," tegas Adung.

Seperti diketahui, kewajiban jilbab bagi siswa nonmuslim di SMK 2 Kota Padang ramai setelah muncul video di media sosial pada Kamis (21/1/2021) yang memperlihatkan adu argumen antara Elianu, orang tua Jeni Cahyani dengan Wakil Kepala SMK Negeri 2 Kota Padang Zakri Zaini. Kehadiran Elianu ke sekolah karena dimintai penjelasan terkait sikap Jeni yang tidak mau mengenakan jilbab. abdul rochim

Original Source

Topik Menarik