Loading...
Loading…
Pemerintahan Biden Ingin Meninjau Ulang Kesepakatan Trump Dengan Taliban

Pemerintahan Biden Ingin Meninjau Ulang Kesepakatan Trump Dengan Taliban

Nasional | bukamatanews | Sabtu, 23 Januari 2021 - 16:14

BUKAMATA - Pemerintahan Joe Biden mengatakan akan meninjau kembali kesepakatan damai yang dibuat mantan Presiden Donald Trump dengan Taliban.

Seorang juru bicara mengatakan, Gedung Putih ingin memastikan kelompok militan Afghanistan "memenuhi komitmennya", termasuk mengurangi kekerasan dan memutuskan hubungan dengan teroris.

Jake Sullivan, penasihat keamanan utama Presiden Biden, telah berbicara dengan pejabat Afghanistan untuk mengkonfirmasi tinjauan tersebut.

"Tuan Sullivan menggarisbawahi bahwa AS akan mendukung proses perdamaian dengan upaya diplomatik yang kuat dan regional, yang akan bertujuan untuk membantu kedua belah pihak mencapai penyelesaian politik yang tahan lama dan adil, serta gencatan senjata permanen," kata juru bicara Emily Horne dalam sebuah pernyataan.

Kehadiran AS di Afghanistan dimulai pada tahun 2001 ketika tentara menyerbu untuk menggulingkan Taliban dari kekuasaannya, menyusul serangan 9/11.

Namun seiring waktu kelompok tersebut aktif kembali dan pada 2018 mereka telah hadir di lebih dari dua pertiga Afghanistan.

Apa kesepakatan AS-Taliban? Kesepakatan yang ditandatangani pada Februari 2020 mengatakan bahwa AS dan sekutu NATO-nya akan menarik semua pasukan dalam 14 bulan jika Taliban menepati janjinya, termasuk tidak mengizinkan al-Qaeda atau militan lain untuk beroperasi di wilayah yang dikuasainya, dan melanjutkan pembicaraan perdamaian nasional.

Pemerintahan Trump menjadikan penarikan pasukan dari Afghanistan sebagai prioritas. Saat ini hanya ada 2.500 tentara AS yang tersisa di negara itu. Itu adalah jumlah terendah sejak konflik dimulai hampir 20 tahun lalu.

Taliban adalah sebuah gerakan Islam garis keras, namun mereka terus memerangi pemerintah Afghanistan. Kelompok ini juga disalahkan atas pembunuhan terhadap sejumlah jurnalis, aktivis, politisi dan hakim.

Original Source

Topik Menarik