Loading...
Loading…
Adam-Aris Tak Lagi Dempet, Anaya-Indaya Tertunda Pandemi

Adam-Aris Tak Lagi Dempet, Anaya-Indaya Tertunda Pandemi

Nasional | jawapos | Sabtu, 23 Januari 2021 - 15:46

Bayi-Bayi Kembar Siam yang Sudah dan Menunggu Operasi

Operasi pemisahan Adam-Aris yang menempel di perut, dada, hati, dan dinding jantung berjalan sembilan jam. Tapi, Anaya-Indaya masih menunggu kedatangan tim dokter dari Surabaya.

M. IDRIS , Medan- FATIH K.J ., Lombok Timur, Jawa Pos

ENTAH berapa kali Nur Rahmawati naik turun tangga. Waktu terasa begitu lambat berjalan. Dan, doa-doa terus dia baca.

Saya gelisah benar, kata perempuan 26 tahun tersebut menceritakan kembali yang dialami pada sepanjang pagi sampai sore Rabu lalu (20/1).

Upaya sang suami, Supono, menenangkannya juga tak sepenuhnya berhasil. Nur tetap tak tenang, mondar-mandir untuk melampiaskannya.

Saya juga terus sambil berdoa agar diberi kemudahan dan keselamatan dalam proses operasi Adam dan Aris, kata ibu rumah tangga itu kepada Sumut Pos .

Adam dan Aris adalah bayi kembar siam buah hati Nur-Supono. Sejak pukul 08.00 pada Rabu lalu itu, keduanya menjalani operasi pemisahan di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM), Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Menurut Sekretaris Tim Penanganan Bayi Kembar Siam RSUP HAM dr Rizky Adriansyah MKed (Ped) SpA (K), Adam dan Aris yang berusia 1 tahun 1 bulan mengalami pendempetan di sebagian besar daerah perut dan sebagian kecil bagian dada. Lalu, bagian dalam tubuh yang menempel terutama adalah hati dan dinding jantung.

Kami sudah siapkan 16 kantong darah golongan B. Alhamdulillah, itu dari teman-teman juga. Ada juga dokter di sini yang menyumbang darahnya, kata Rizky sebelum operasi.

TERUS DIPANTAU TIM MEDIS: Adam dan Aris saat masih dempet. (M IDRIS/SUMUT POS)

Kasus Adam dan Aris, lanjut Rizky, mirip dengan kasus bayi kembar siam Sahira-Fahira dan Mariana-Mariani. Namun, masih lebih ringan ketimbang Adam dan Aris yang sebelumnya menjalani operasi pemisahan.

Sebelumnya, tim dokter RSUP HAM berhasil memisahkan tiga bayi kembar siam dalam rentang waktu berbeda. Pertama, Mariana-Mariani asal Aceh Timur pada 2005. Kedua, Sahira-Fahira dari Asahan, Sumut, pada 2017. Terakhir, Adam-Aris dari Tapanuli Utara, Sumut, pada 2019.

Nur mengetahui bayi yang dikandungnya kembar siam saat memeriksakan kehamilan yang kala itu berusia 5 bulan. Setelah tahu, saya kemudian drop. Tapi, alhamdulillah berkat dukungan tim medis, akhirnya melahirkan juga di (RSUP H) Adam Malik, ujar perempuan yang bersama suami tinggal di Dusun Sei Kelapa II, Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumut, itu.

Operasi Adam-Aris berjalan lama, hampir sembilan jam. Dari pukul 08.00 sampai pukul 17.40. Tapi, semuanya berjalan lancar.

Selanjutnya, dilakukan tindakan setelah operasi dan kedua bayi baru bisa dipindahkan ke ruang ICU pada pukul 21.00 WIB. Adam dan Aris kini masih dirawat di ruang ICU anak. Setelah operasi pemisahan, perlu dilakukan pemantauan secara intens selama 3 x 24 jam.

Saat ini belum bisa disampaikan secara teknis bagaimana kondisi Adam dan Aris. Namun, kondisinya sejauh ini relatif stabil, kata Rizky, kali ini dalam jumpa pers sehari setelah operasi (21/1).

TERUS DIPANTAU TIM MEDIS: Adam dan Aris setelah berhasil dipisahkan melalui operasi di RSUP HAM Medan (20/9). (M IDRIS/SUMUT POS)

Rizky menambahkan, operasi Adam dan Aris membutuhkan waktu cukup lama karena bagian yang dioperasi cukup luas. Mulai bagian perut hingga sedikit ke bagian dada. Sebab, ada bagian yang dempet dari dinding jantung. Akan tetapi, belum ada kendala yang berarti sejauh ini, ujar Rizky yang didampingi Dr dr Erjan Fikri MSurg SpBA (K), dr Utama Abdi Tarigan SpBP-RE (K), dr Yutu Solihat SpAn KAKV, dan tim medis yang melakukan operasi pemisahan dua bayi tersebut.

Hati kedua bayi yang sebelumnya menempel, lanjut Rizky, kini sudah dipisah dan begitu juga dinding jantungnya. Hanya, memang diperlukan waktu pemulihan pascaoperasi.

Soal alasan Adam dan Aris harus menunggu sampai berusia 1 tahun 1 bulan baru dioperasi, tim dokter memang menunggu waktu yang tepat. Sementara itu, biaya operasi dan perawatan sudah ditanggung pihak rumah sakit dan pemerintah.

Tidak dibebankan kepada keluarga, ujar Direktur Utama RSUP HAM dr Zainal Safri SpPD-KKV SpJP (K).

Kalau Adam-Aris sudah terpisah, di Selong, Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat, Anaya dan Indaya masih harus menunggu lebih lama lagi. Bayi kembar siam putri itu belum bisa dioperasi karena terkendala pandemi.

Plt Direktur RSUD dr Raden Soedjono Selong dr M. Tantowi Jauhari menyebutkan, tim dokter dari RSUD dr Soetomo Surabaya belum bisa datang. Sampai saat ini, Surabaya masih zona merah, kata Tantowi kepada Lombok Post Kamis (21/1).

Putri pasangan M. Jupri dan Husniati, warga Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela, Lotim, itu kini telah berusia 1 tahun 7 bulan.

Pihak RSUD dr Raden Soedjono, kata Tantowi, sebenarnya sudah lama melakukan persiapan operasi tersebut. Namun, hingga saat ini, pihaknya belum memastikan jadwal pasti pelaksanaan operasi yang sebelumnya direncanakan bisa dilakukan awal 2021.

Tantowi menuturkan, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan orang tua Anaya dan Indaya mengenai belum adanya kepastian jadwal tersebut. Menurut dia, operasi mungkin bisa dilaksanakan setelah program vaksinasi Covid-19 berjalan. Baik di Surabaya maupun di Lotim.

Selama ini, pihaknya juga terus mengontrol kondisi kesehatan Anaya dan Indaya. Menurut Tantowi, kemungkinan menyelamatkan kedua nyawa bayi saat dipisahkan tetap ada.

Anaya dan Indaya lahir di RSUD Selong pada 8 Mei 2019. Sejak kedatangan tim kembar siam RSUD dr Soetomo Surabaya akhir Desember 2019, RSUD Selong dikatakan siap melakukan operasi. Bahkan, operasi bayi kembar siam di RSUD itu disebut akan menjadi yang pertama di NTB.

Sementara itu, setelah dipantau beberapa hari, Adam dan Aris akan dievaluasi lagi apakah penutup kulit di bagian perut bisa bertahan dengan baik. Jika nanti kondisinya tidak baik, kita sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasinya demi keselamatan kedua bayi. Karena itu, mohon doanya agar Adam dan Aris sehat serta hidup normal seperti anak pada umumnya, jelas Utama.

Nur mengaku lega operasi dua buah hatinya lancar. Dia berterima kasih kepada tim dokter, rumah sakit, dan semua pihak yang telah membantu.

Kini dia berharap kondisi si kembar benar-benar stabil. Sehingga bisa mendapat izin pihak rumah sakit untuk segera dibawa pulang ke kampung halaman. Insya Allah nanti menggelar syukuran setiba di kampung, kata Nur yang didampingi suaminya, Supono.

Saksikan video menarik berikut ini:

Original Source

Topik Menarik