Loading...
Loading…
Pilkada Gresik Happy Ending, Segenap Stakeholder Hadiri Penetapan

Pilkada Gresik Happy Ending, Segenap Stakeholder Hadiri Penetapan

Nasional | jawapos | Sabtu, 23 Januari 2021 - 13:45

JawaPos.com Tuntas sudah tahapan pelaksanaan Pilkada Gresik 2020. Jumat (22/1) KPU Gresik telah resmi menetapkan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) sebagai bupati dan wakil bupati baru periode 20212024. Namun, pasangan yang diusung Nasdem, PDIP, Golkar, Demokrat, PPP, dan PAN tersebut mulai mengemban amanah pada 17 Februari nanti.

Rapat pleno penetapan pasangan bupati-wakil bupati terpilih di Hotel Aston itu terbilang luar biasa. Bahkan mungkin jarang ditemukan di pilkada kabupaten/kota lain. Betapa tidak, selain dihadiri jajaran forkopimda, parpol, dan MUI, pasangan yang tidak terpilih pun bersedia hadir. Mereka adalah pasangan Moh. Qosim dan Asluchul Alif (QA) yang diusung PKB dan Gerindra.

Karena itu, meski sebelum hari H pemungutan suara 9 Desember 2020 seolah terjadi fragmentasi atau pembelahan, terutama di media sosial, di ujungnya situasi berjalan happy ending. Semangat untuk tetap menjaga kebersamaan dan kondusivitas pun begitu terasa. Alhamdulillah, semua tahapan berjalan lancar, kata Ketua KPU Gresik Akhmad Roni.

Tahap penetapan pasangan bupati-wakil bupati terpilih itu, jelas Roni, menjadi pemungkas dari rangkaian kegiatan pilkada 2020. Awalnya, selaku pihak penyelenggara, pihaknya pesimistis pesta demokrasi ini bisa terselenggara dengan optimal di tengah pandemi Covid-19. Mulai tahapan persiapan yang dijadwalkan Januari harus mundur pada Juni. Termasuk jadwal pemungutan suara yang mundur dari 23 September menjadi 9 Desember.

Yang paling ditakutkan, lanjut Roni, adalah kekhawatiran akan terjadinya klaster Covid-19, dampak dari penyelenggaraan pilkada. Namun, berkat dukungan dari TNI/Polri dan Satgas Penanganan Covid-19 serta kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, tidak terjadi hal-hal yang dikhawatirkan. Alhamdulillah, kekhawatiran itu tidak terjadi. Bahkan, partisipasi pemilih naik menjadi 81 persen. Melampaui target pusat 77 persen. Tertinggi di Jawa Timur, ungkap dia.

KPU Gresik, tambah Roni, juga sangat mengapresiasi dinamika politik di masyarakat. Semua berjalan aman dan kondusif. Bahkan, paslon nomor 1 yang kalah juga berkenan hadir untuk memberikan ucapan selamat. Ini merupakan bentuk sikap kesatria dari sosok pemimpin. Kondisi tersebut jarang terjadi di daerah lain. Semoga bisa menginspirasi demi terwujudnya iklim demokrasi ke depan yang lebih baik, tuturnya.

Dalam rapat pleno penetapan kemarin Roni membacakan Surat Keputusan KPU Gresik 02/HK.03.1-Kpt/3525/KPU-Kab/1/2021 tentang Penetapan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih dalam Pilkada Gresik 2020. Kami turut mengucapkan selamat dan sukses. Semoga amanah dalam mengemban tugas dalam memimpin Gresik, katanya.

Roni menambahkan, setelah pleno penetapan bupati-wakil bupati terpilih, pihaknya akan berkirim surat permohonan pengesahan kepada DPRD Gresik. Untuk kemudian dilanjutkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Tahap pelantikan nanti sudah bukan ranah KPU, melainkan Kemendagri melalui pemprov, terangnya.

Hadir dalam kesempatan itu antara lain Kapolres AKBP Arief Fitrianto, Komandan Kodim 0817/Gresik Letkol Taufik Ismail, Ketua DPRD Gresik M. Abdul Qodir, dan jajaran Forkopimda Gresik lainnya. Hadir juga Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq, perwakilan organisasi kemasyarakatan, dan para petinggi parpol.

Beri Atensi Kali Lamong dan PDAM

Problem banjir Kali Lamong dan layanan bersih PDAM bakal menjadi atensi pasangan bupati dan wakil bupati terpilih Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat). Setelah dilantik nanti, keduanya akan langsung tancap gas untuk dapat mewujudkan visi dan misi yang diusung.

Menurut Yani, melihat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021, sudah ada beberapa program yang sesuai dengan Nawa Karsa, yakni sembilan program yang menjadi prioritasnya. Seperti penanganan banjir luapan Kali Lamong. Maka, akan kita percepat pelaksanaannya, ucap dia.

Yani meminta masyarakat bersabar jika program Nawa Karsa belum bisa direalisasikan sepenuhnya pasca pelantikan nanti. Sebab, APBD 2021 sebagian besar masih berdasar rencana pemerintahan sebelumnya, yakni Bupati Sambari Halim Radianto-Wabup Moh. Qosim. Karena itu, pihaknya baru bisa merealisasikan program secara keseluruhan saat perubahan APBD 2021 mendatang.

Aminatun, wakil bupati terpilih, mengakui, antusiasme masyarakat terhadap perubahan sangat besar. Karena itu, harapan tersebut menjadi catatan pemerintahannya. Bersama bupati nanti pihaknya menghadirkan kerja pemerintah yang cepat dalam melaksanakan program Nawa Karsa. Dalam 100 hari kerja, misalnya, segera dilakukan perbaikan distribusi air bersih. Dengan demikian, tidak ada lagi permasalahan air yang mampet. Terutama di perkotaan.

Perbaikan pelayanan PDAM segera kami realisasikan. Karena kebutuhan masyarakat terhadap air bersih masih byarpet, ujarnya.

Selamat Bekerja, Selamat Mengabdi

Fandi Akhmad Yani, bupati terpilih, mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersatu membangun Gresik. Tidakv perlu ada lagi dikotomi di kalangan pendukung. Tidak ada (lagi) nomor satu 1 atau 2. Mari kita semua bersatu seperti yang tercantum dalam sila ketiga Pancasila, tuturnya.

Yani menambahkan, tantangan ke depan sudah menanti. Berbagai permasalahan menunggu penyelesaian. Sudah bukan waktunya berkompetisi. Saya mengajak pasangan Pak Qosim dan Mas Alif untuk berkolaborasi. Membangun Gresik yang penuh keberkahan, harapnya. Mantan ketua DPRD Gresik tersebut juga berharap kondusivitas yang selama ini berjalan baik berlanjut dalam roda pemerintahan ke depan.

Sementara itu, pasangan Moh. Qosim-Asluchul Alif (QA) saat diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato juga mengapresiasi para pihak yang terlibat dalam pilkada. Mulai penyelenggara, jajaran keamanan, hingga tim pendukung yang mampu menjaga kondusivitas. Kami mengucapkan selamat untuk bupati dan wakil bupati terpilih. Tentu ini semua sudah menjadi takdir Allah SWT, kata Qosim.

Dengan penuh ketulusan, lanjut Qosim, pihaknya mendoakan pasangan Niat mampu menjalankan amanah dengan baik dan bertanggung jawab. Karena akan menjadi bapak dan ibunya masyarakat Gresik dalam satu periode ke depan, ucapnya lantas tertawa.

Qosim juga mengimbau para pendukung serta relawan QA untuk juga memberikan doa dan restu kepada pemimpin baru Gresik. Sebab, sikap itu juga merupakan perintah agama. Mendukung para pemimpin dan memberikan yang terbaik untuk Gresik yang kita cintai bersama, imbuh pria yang juga menjabat wakil bupati Gresik dua periode tersebut.

Sudah Siapkan Fasilitas Dinas

Jadwalpelantikan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah sebagai bupati-wakil bupati baru tinggal beberapa pekan lagi. Pemkab Gresik pun sudah melakukan persiapan. Di antaranya fasilitas dinas seperti pakaian dinas upacara besar (PDUB) untuk pelantikan nanti.

Kabag Umum Pemkab Gresik Sukardi mengatakan, kebutuhan pakaian dinas atau seragam sudah selesai. Tinggal menunggu konfirmasi pengukuran saja dari bupati-wakil bupati terpilih. Untuk kebutuhan lain seperti atribut tanda pangkat, tanda jabatan, dan topi, yang menyediakan pemerintah provinsi.

Selain seragam, fasilitas lain yang melekat pada jabatan bupati dan wakil bupati adalah rumah dinas serta mobil dinas. Rumah dinas bupati segera selesai. Sedangkan rumah dinas wakil bupati sudah siap. Yang jelas, begitu dilantik, rumah dinas sudah bisa ditempati, ujarnya.

Bagaimana kendaraan dinas? Seperti pernah diberitakan Jawa Pos, dari kebiasaan sebelumnya, bupati dan wakil bupati baru nanti juga mendapat fasilitas mobil dinas baru, yakni Toyota Fortuner keluaran 2020. Di APBD 2021 sudah dialokasikan anggaran sekitar Rp 1,4 miliar.

Menurut Sukardi, untuk fasilitas kendaraan dinas itu, sejauh ini pihaknya masih menunggu verifikasi harga oleh pihak penyedia. Meski begitu, dia optimistis mobil dinas tersebut sudah siap saat proses pelantikan nanti. Nanti masing-masing pakai dua mobil. Fortuner yang lama dan yang baru. Intinya, insya Allah segala sesuatunya sudah siap, imbuhnya.

Ketua NU dan Muhammadiyah Doakan Amanah

Dua organisasi Islam terbesar, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, juga menaruh ekspektasi tinggi pada transformasi kepemimpinan di Kota Santri ini. Yakni, dari Bupati Sambari Halim Radianto-Wabup Moh. Qosim ke Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) sebagai bupati-Wabup baru nanti.

Ketua PC NU Gresik KH Khusnan Ali menyampaikan, pihaknya turut mengucapkan selamat atas penetapan pasangan Niat sebagai bupati dan wakil bupati hasil pilkada 2020 oleh KPU. Dia berharap keduanya dapat mengemban amanah masyarakat dengan baik serta jujur.

Yang tidak kalah penting, kami dari PC NU juga mendoakan semoga Allah SWT memberikan kekuatan lahir batin dalam menjalankan tugas serta menjadikan Gresik aman, damai, dan sejahtera, katanya.

Ketua PD Muhammadiyah Gresik Taufiqullah menyatakan, pihaknya juga menyampaikan beberapa poin harapan untuk kepemimpinan ke depan. Pertama, mendoakan supaya diberi kelancaran dalam tugas ke depan. Dia mengungkapkan, kepercayaan masyarakat yang sudah diberikan jangan disia-siakan.

Kedua, pihaknya berharap kinerja pemimpin baru nanti bisa lebih baik daripada pemimpin-pemimpin Gresik sebelumnya. Ketiga, apa yang menjadi harapan masyarakat harus direspons atau diperhatikan. Misalnya, persoalan banjir. Keempat, kalau membangun infrastruktur, harus dikaji manfaatnya. Jangan sampai membangun, tapi kurang berfungsi untuk masyarakat.

Kelima, dunia pendidikan Gresik masih kalah oleh Jawa Timur bagian selatan, terutama perguruan tinggi. Kami berharap ke depan Gresik bisa menjadi jujukan masyarakat Jatim untuk kuliah, ungkap Taufiq.

Saksikan video menarik berikut ini:

Original Source

Topik Menarik

{