Loading...
Loading…
Cegah Kerumunan Warga, Tutup Lagi Raya Darmo dan Jalan Tunjungan

Cegah Kerumunan Warga, Tutup Lagi Raya Darmo dan Jalan Tunjungan

Nasional | jawapos | Sabtu, 23 Januari 2021 - 13:13

JawaPos.com Pembatasan di dua ruas utama Kota Pahlawan mulai diterapkan. Jalan Raya Darmo dan Jalan Tunjungan ditutup selama dua belas jam mulai tadi malam hingga hari ini pukul 08.00. Dengan kegiatan itu, pemkot berupaya mencegah kerumunan warga.

Bagi yang nekat melanggar, sanksi denda bakal diberikan. Dari pengamatan Jumat (22/1), persiapan telah dilakukan pemkot. Contohnya, di Jalan Raya Darmo. Petugas sudah menyiapkan barier. Pada pukul 20.00 hingga pukul 08.00, pembatas jalan tersebut akan dipasang. Menutup jalur penghubung ke Jalan Urip Sumoharjo itu.

Barier tidak hanya terlihat di Jalan Raya Darmo. Namun, juga tampak di akses penghubung jalur itu dengan jalan lain. Misalnya, di Jalan Ciliwung, Jalan Bengawan, serta Jalan Kapuas.

Kepala Bagian Humas Febriadhitya Prajatara menjelaskan teknis penutupan Jalan Raya Darmo dan Jalan Tunjungan. Mendekati pukul 20.00, petugas gabungan turun ke akses itu untuk melakukan persiapan.

Tepat pukul 20.00, dua jalan tersebut ditutup. Petugas menempatkan barier serta berjaga di pintu akses. Pengendara yang hendak melintas kami arahkan ke jalan lain, paparnya.

Untuk satu ruas jalan, pemkot menerjunkan petugas gabungan. Tugasnya menghalau pengendara yang akan melintas. Tim itu terdiri atas linmas, satpol PP, serta dinas perhubungan (dishub). Belum lagi ditambah Polri dan TNI. Untuk satu jalan, pemkot menurunkan 20 petugas, terangnya.

Tidak sekadar menutup akses. Pemkot juga menyediakan jalur lain sebagai langkah pengalihan arus. Misalnya, di Jalan Raya Darmo, pengendara dari arah selatan (Jalan Wonokromo) yang menuju ke Jalan Raya Darmo dialihkan ke Jalan Raya Diponegoro. Sebaliknya, kendaraan dari arah utara (Jalan Urip Sumoharjo) yang hendak ke Jalan Raya Darmo dialihkan ke Jalan dr Soetomo. Dua jalan itu harus steril, ucapnya.

Physical distancing di dua jalan itu sejatinya pernah diterapkan saat malam tahun baru lalu. Penutupan dimulai pukul 20.00 hingga pukul 08.00. Pemberlakuan aturan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi konvoi dan kerumunan saat pergantian tahun.

Dari telaah pemkot, dua jalur itu kerap dipadati kendaraan. Terutama saat akhir pekan. Sebab, di dua kawasan tersebut terdapat area publik. Di antaranya, taman dan pusat perbelanjaan.

Plt Wali Kota Whisnu Sakti Buana menjelaskan, penutupan dua jalan itu bakal dievaluasi. Pemkot akan melihat dampak program tersebut. Ada sejumlah parameter yang dipelototi.

Pertama, mengurangi kerumunan. Penutupan jalan itu bertujuan untuk mengurangi mobilisasi warga. Yang harus diantisipasi apakah berdampak pada ruas jalan lain, terangnya.

Sebagai solusi, pemkot menyiapkan antisipasi. Kecamatan diminta turun memelototi kawasan pinggiran. Tidak boleh ada kerumunan, paparnya.

Kedua, persebaran virus korona. Menurut Whisnu, virus korona terus merebak di Surabaya. Salah satu penyebabnya adalah kerumunan. Nah, penutupan akses itu menjadi solusi. Jika berjalan lancar, penerapan kebijakan tersebut akan berlanjut. Nanti setiap akhir pekan dua ruas jalur itu ditutup, ucapnya.

Sementara itu, Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Surabaya Piter Frans Rumaseb menegaskan, sebagai upaya mengantisipasi kerumunan orang di area jalan yang ditutup seperti pada waktu yang lalu, pihaknya menerjunkan anggota di beberapa titik. Terutama di sekitar Jalan Pandegiling.

Mengingat pada waktu penerapan physical distancing tahun kemarin, banyak warga yang justru menjadikan jalan tersebut untuk bermain. Karena itu, tindakan tegas akan diberikan. Yakni, tilang e-KTP dan bayar denda. Yang melanggar langsung ditindak, terangnya.

Selain memberikan efek jera, cara itu diharapkan bisa memaksimalkan pelaksanaan PPKM. Dengan demikian, angka positif di Surabaya bisa segera ditekan. Tidak tertutup kemungkinan di jalur lain diterapkan aturan yang sama. Yakni, ditutup saat akhir pekan. Terutama akses yang dipadati warga.

Warga yang tinggal di dua jalan itu tidak perlu risau. Sebab, pemkot memberikan pengecualian. Warga tetap bisa keluar masuk jalan tersebut.

TANGKAL KORONA, TUTUP DUA JALAN

Pemkot menutup dua ruas jalan.

Jalan Raya Darmo dan Jalan Tunjungan ditutup pukul 20.0008.00.

Penutupan itu berjalan pada 22 Januari hingga 23 Januari.

Simpul-simpul jalan ditutup sehingga tidak ada kendaraan yang masuk.

Pengendara Dialihkan ke Jalan Lain

Pengendara dari Urip Sumoharjo yang hendak ke Jalan Raya Darmo dialihkan ke Jalan dr Soetomo.

Pengendara dari Wonokromo ke Darmo dialihkan ke Jalan Raya Diponegoro.

Pengendara dari Jalan Gemblongan ke arah Jalan Tunjungan dialihkan ke Jalan Praban dan Jalan Genteng Kali sisi utara.

Pengendara dari Jalan Blauran dan Jalan Kranggan yang menuju Jalan Praban diarahkan ke Jalan Bubutan.

Akses masuk ke Jalan Genteng Besar ditutup.

Semua akses dari Jalan Simpang Dukuh ke Jalan Kenari ditutup.

Saksikan video menarik berikut ini:

Original Source

Topik Menarik