Loading...
Loading…
Total Kasus Korona di Mataram Tembus 1.607 Orang

Total Kasus Korona di Mataram Tembus 1.607 Orang

Nasional | lombokpost | Sabtu, 23 Januari 2021 - 00:04

MATARAM-Warga terpapar Covid-19 terus bertambah. Kemarin tercatat penambahan sebanyak 24 orang. Sehingga total kasus secara komulatif menjadi 1.607 orang.

Jumlah pasien yang masih melakukan perawatan ada 159 orang, kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, (21/1).

Diungkapkan, tambahan pasien Korona yang cukup signifikan merupakan klaster perkantoran dan pelaku perjalanan ke luar daerah. Sebelumnya, kata dia, terjadi tingkat kesembuhan yang signifikan hingga mencapai 48 orang. Namun kini kembali terjadi tambahan signifikan dengan 24 kasus baru.

Kondisi Korona fluktuatif. Kadang dalam sehari pasien banyak, kadang tidak ada, kata pria yang juga menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram ini.

Menurutnya, sumber penularan virus Korona hingga kini belum diketahui. Hal ini berpengaruh terhadap upaya dalam memutus mata rantai penyebaran melalui penelusuran kontak. Jika sumber penularannya belum kita tahu, akan sulit melakukan tracing. Bisa jadi pasien tidak jujur saat dimintai keterangan, tutur dia.

Saat ini, kata Nyoman, Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kota Mataram menambah upaya pencegahan Korona melalui gerakan 3M menjadi 5M. Selain, menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Juga masyarakat diminta mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan. Upaya pencegahan dengan 3M dinilai masih kurang, karena itu ditambah menjadi 5M, tutur Nyoman.

Direktur RSUD Kota Mataram HL Herman Mahaputra mengatakan, pihaknya hanya melakukan perawatan pasien Korona sebanyak 15 orang di rumah sakit. Yang kita rawat hanya 15 orang, sebelumnya 20 orang, kata dia.

Diungkapkan, data jumlah pasien Korona harus jelas. Jika jumlahnya 159 orang, harus diketahui di rumah sakit mana pasien tersebut melakukan perawatan. Apakah ini juga termasuk pasien yang melakukan isolasi mandiri. Pasien yang melakukan isolasi mandiri ini kan pasien tidak bergejala. Tidak perlu di rumah sakit, ungkap pria yang karib disapa dr Jack ini.

Tidak menutup kemungkinan, lanjut dia, ada pasien yang sudah sembuh tapi masih masuk data pasien Korona yang melakukan perawatan karena belum melapor. Ini harus kita sinkronkan, tegas dokter gaul ini. (jay/r3)

Original Source

Topik Menarik