Pelajar Jadi Kurir agar Bisa Cicipi Sabu-Sabu

jawapos | Nasional | Published at 22/01/2021 12:48
Pelajar Jadi Kurir agar Bisa Cicipi Sabu-Sabu

JawaPos.com – Tiga pelajar pecandu sabu-sabu (SS) ditangkap polisi. Masing-masing berinisial RN, MZ, dan HR. Ketiganya berusia 17 tahun. ”Berasal dari dua jaringan yang berbeda,” kata Kapolsek Jambangan Kompol Isharyata, Kamis (21/1).

RN ditangkap di Jalan Karah Agung. Warga Kecamatan Bubutan itu ditangkap bersama temannya. Yakni, Yohanes alias Ken, 22. Dari keduanya, petugas mengamankan setengah gram SS sebagai barang bukti.

Isharyata menuturkan, narkoba yang disita akan diranjau oleh mereka. Barang terlarang yang dibawa disebut didapat dari LM yang saat ini masih buron. ”Mereka diminta kirim barang oleh pengendalinya,” jelasnya.

Keduanya dijanjikan upah setelah meranjau narkoba. Bentuknya bukan uang, melainkan diajak nyabu bersama. ”Mereka berdua pemadat. Hasil tes urinenya positif,” ucap polisi dengan satu melati di pundak tersebut.

Isharyata merasa miris dengan temuan itu. Sebab, usia mereka masih sangat muda sebagai pecandu. Terlebih RN. ”Alasannya hanya coba-coba,” terangnya. Namun, pengakuan itu masih diragukan. Isharyata menduga mereka sudah lama akrab dengan narkoba. ”Buktinya sampai mau jadi kurir hanya untuk mendapat narkoba,” lanjutnya.

Mantan Wakasatsabhara Polrestabes Surabaya itu menambahkan, temuan pelajar pecandu narkoba ternyata tidak berhenti di RN. Tidak lama berselang, Unit Reskrim Polsek Jambangan meringkus MZ dan HR. Mereka ditangkap di kawasan Pakal.

Kanitreskrim Polsek Jambangan Iptu Marji Wibowo mengungkapkan, keduanya digerebek saat pesta narkoba dengan lima tersangka lain. Yakni, Arsal, Wahyu, Yola, Randy, dan Alfandy. Mereka membeli narkoba dengan cara patungan.

Marji menerangkan, kelimanya tinggal tidak berjauhan. Mereka sering nongkrong di tempat yang sama. Belakangan, keakraban yang terjalin kebablasan. ”Diisi dengan pesta narkoba,” ujarnya. Dalih ketujuh tersangka saat ditangkap iseng. Mereka penasaran dengan narkoba. ”Narkoba dibeli salah satu tersangka dewasa ke kenalannya yang masih dalam pengejaran,” paparnya.

Mantan Kanitreskrim Polsek Karang Pilang itu mengatakan, tiga tersangka anak yang ditangkap tidak ditahan di sel. Mereka dititipkan ke selter penampungan anak berhadapan dengan hukum. ”UU peradilan anak yang dipakai, penanganannya berbeda dengan tersangka dewasa,” tuturnya.

Baca Juga: Gagal Pindahkan Makam Ayah, Anak Gugat Pemkot Surabaya

Menurut analisisnya, tiga tersangka anak yang ditangkap bisa terjerumus karena kurang perhatian dari keluarga. Lingkungan pergaulan mereka selama ini tidak mendapat pengawasan ketat. ”Usia remaja adalah usia rawan anak. Harus ada kontrol penuh dari keluarga agar anak tidak terjerumus ke pergaulan yang salah,” ungkapnya.

Marji menambahkan, selain dua jaringan itu, terdapat tiga jaringan lain yang terungkap dalam dua pekan terakhir. Masing-masing terdapat satu tersangka. Dari 12 tersangka yang dibekuk, pihaknya mengamankan 45,99 gram SS.

Saksikan video menarik berikut ini:

Artikel Asli