Loading...
Loading…
Hari Ke-11 Evakuasi Sriwijaya Air Terkendala Gelombang Tinggi

Hari Ke-11 Evakuasi Sriwijaya Air Terkendala Gelombang Tinggi

Nasional | jawapos | Selasa, 19 Januari 2021 - 10:54

JawaPos.com Operasi search and rescue (SAR) jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak kembali berlanjut pada hari kesebelas, Selasa (19/1). Kendati demikian, tim SAR mengalami kendala, karena cuaca buruk yang mengakibatkan tingginya gelombang pada lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.

Untuk hari ini kondisi cuaca sangat tidak bersahabat, sangat tidak menguntungkan untuk dilakukan penyelaman, data terakhir yang saya terima dilapangan gelombang sampai 1,5 meter sampai 2,5 meter, dengan kecepatan angin sekitar 31 knot, kata Direktur Operasi Basarnas Brigjen Rasman di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (19/1).

Rasman menuturkan, sangat tidak memungkinkan untuk dilakukan penyelaman bawah laut. Karena itu, hingga kini belum ada anggota penyelam yang turun ke dasar laut.

Kapal pun juga skarang berlindung di belakang pulau, supaya tidak terombang ambing oleh gelombang yang cukup tinggi, ujar Rasman.

Hingga Senin (18/1) kemarin, sambung Rasman, pihaknya telah berhasil mengumpulkan 310 kantong jenazah, 60 kantong serpihan pesawat, 55 bagian pesawat besar, satu FDR dan satu casing CVR. Pada hari kesebelas ini, tim SAR akan fokus pada sektor yang cukup banyak menemukan korban hingga puing pesawat.

Kita lebih fokus kepada sektor yang selama ini kita bisa mendapatkan banyak objek-objek pencarian. Jadi kita tidak lagi menyebarkan terlalu jauh. Kita lebih fokus ke situ, tandas Rasman.

Sebelumnya, Kepala Basarnas Bagus Puruhito menyatakan, proses evakuasi pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1) kembali di perpanjang selama tiga hari. Perpanjangan ini setelah melalui pertimbangan dengan pihak Basarnas, Kemenhub, KNKT, DVI, dan berbagai pihak terkait.

Dalam kesempatan ini, saya mengumumkan bahwa pelaksanaan operasi SAR kita perpanjang tiga hari lagi, kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (18/1).

Bagus menyampaikan, pertimbangan perpanjangan proses evakuasi salah satunya karena tim DVI Polri baru berhasil mengidentifikasi 29 korban. Karena kecelakaan tersebut menewaskan 62 korban, sesuai manifest pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Sampai saat ini secara resmi dari DVI baru merilis 29 yang diidentifikasi. Tentunya tim SAR gabungan berusaha sekuat mungkin melaksanakan evakuasi korban. Semakin banyak jumlah kantong yang kita temukan, akan semakin bermanfaat bagi DVI dalam membantu proses identifikasi, ungkap Bagus.

Bagus tak memungkiri, belum ditemukannya black box cockpit voice recorder (CVR) juga jadi alasan melanjutkan proses evakuasi, meski memang black box flight data recorder (FDR) telah ditemukan. Hal ini guna mengetahui penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Kemudian terkait CVR penting, FDR juga penting. Namun dalam konteks ini saya mau fokuskan kepada evakuasi korban dan bersamaan dengan itu melaksanakan evakuasi bagian CVR yang belum ketemu namanya Crash Survivable Memory Unit (CSMU) itu adalah bagian yang merekam data percakapan atau suara di kokpit. Itu yang belum kita temukan, pungkas Bagus.

Saksikan video menarik berikut ini:

Original Source

Topik Menarik