Loading...
Loading…
Gawat, Dua Siswa SMAN 1 Mataram Positif Covid-19

Gawat, Dua Siswa SMAN 1 Mataram Positif Covid-19

Nasional | lombokpost | Sabtu, 09 Januari 2021 - 13:22

MATARAM -SMAN 1 Mataram terpaksa menghentikan, kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang baru mulai dilaksanakan. Hal itu lantaran dua siswa terkonfirmasi positif Covid-19.

Iya, kita hentikan dulu, kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB Hj Nurhandini Eka Dewi, saat ditemui Lombok Post di ruang kerjanya, Jumat (8/1).

Dua siswa tersebut terpapar Virus Korona, dari luar lingkungan sekolah. Kronologisnya, sebelumnya siswa pertama memang sudah dinyatakan positif Covid-19. Dia diketahui tertular dari keluarganya sendiri, yang datang dari luar daerah.

Siswa yang pertama kali kena ini, tidak masuk sekolah, nah siswa yang kedua ini, ternyata bertemu dengan siswa pertama dan tertular, terangnya.

Pihak sekolah harus segera melakukan melakukan penyemprotan disinfektan, dan Dikes NTB akan bergerak, melakukan penelusuran kontak. Terutama teman sekelas dan guru yang pernah mengajar di kelas itu. Kami harus mengetahui, mana orang yang aman dan tidak aman, tegasnya.

Dengan kejadian ini, tidak menutup kemungkinan mempengaruhi kebijakan, PTM SMA sederajat di NTB. Kita lihat saja pekan depan, bagaimana situasinya, pungkas ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) NTB ini.

Wakasek Bidang Humas SMAN 1 Mataram Ilhamuddin Aminullah menegaskan, PTM langsung dihentikan. Terhitung 9-13 Januari, langkah itu setelah berkoordinasi dengan Dinas Dikbud NTB. Anak-anak melaksanakan BDR (belajar dari rumah, Red), jelasnya.

Pihaknya merujuk Surat Edaran (SE) Dinas Dikbud NTB Nomor 441/4043.UM/Dikbud, tertanggal 10 September 2020. Isinya, apabila sekolah terindikasi menjadi lokasi penyebaran Covid-19, wajib langsung menutup seluruh kegiatannya.

Apakah kita akan ada perpanjangan atau seperti apa, nanti aka nada evaluasi juga, jadi kami terus memantau, tegasnya.

Pihak SMAN 1 Mataram telah membuat surat edaran terkait BDR. Diberikan kepada masing-masing wali kelas, untuk diberitahukan kepada seluruh orang tua.

Guru sudah punya grup Whastapp kelas, jadi diberitahukan kepada seluruh siswanya dari sana, sekaligus dari grup itu, anak-anak di pantau juga bagaimana BDR-nya, terang Ilham.

Untuk aktivitas di sekolah, hanya ada pegawai yang bertugas menyemprotkan desinfektan di setiap kelas, wakil kepala sekolah dan kepala sekolah saja. Untuk guru, bisa mengajar dari rumah. Kami perketat lagi pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah, mudah-mudahan kita semua tetap dalam kondisi sehat, amin, pungkas dia.

Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan mengimbau seluruh ruangan disterilkan dengan penyemprotan desinfektan. Ia juga meminta orang tua tidak khawatir. Anak-anak sudah diberikan layanan belajar secara daring, terangnya.

Pihaknya mengaku terkejut dengan kasus itu. Akan dilakukan evaluasi dan semakin meningkatkan pengawasan protokol kesehatan. (yun/r9)

Original Source

Topik Menarik

{