Loading...
Loading…
Digembosi dan Ditempeli Stiker, Belum Ditilang

Digembosi dan Ditempeli Stiker, Belum Ditilang

Nasional | radarjogja | Selasa, 29 Desember 2020 - 11:03

RADAR JOGJA Dishub Kota Jogja berjanji akan menertibkan kendaraan yang parkir liar selama musim liburan ini. Terutama terhadap perilaku warga yang memarkir kendaraan di rambu atau marka larangan parkir.

Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja Imanudin Azis mengatakan, penertiban parkir akan dilakukan di titik tertentu yang berpotensi dimanfaatkan juru parkir (jukir) liar sebagai lahan parkir. Titik yang menjadi sasaran seperti Jalan Pasar Kembang dan Suryatmajan. Terutama penertiban parkir seperti biasa di jalan Pasar Kembang kemudian di jalan Suryatmajan, katanya Senin (28/12).

Imanudin menjelaskan patroli itu sudah lebih dulu dilaksanakan dalam rangkan penertiban menjelang natal dan tahun baru (nataru) lalu. Selama libur natal tempo lalu, ada sekitar 26 pelanggar kendaraan roda empat atau mobil. Di antaranya 20 kendaraan terjaring di Jalan Pasar Kembang dan enam kendaraan lain di Jalan Suryatmajan. Dari sore sudah parkir di sana, rata-rata posisi parkirnya di marka biku nol derajat. Kita langsung penindakan penempelan stiker dan penggembosan salah satu ban mobil, ujarnya.

Stiker yang ditempelkan pada kendaraan yang melanggar bertuliskan bahwa yang bersangkutan telah melanggar Perda Kota Jogja No 2/2019 tentang Perparkiran pasal 51 (a) yaitu tidak mematuhi tanda-tanda parkir atau rambu, marka, dan tanda lainnya. Pelanggaran terhadap ketentuan pasal tersebut diancam pidana kurungan paling lama tiga bulan dan atau denda paling banyak Rp 50 juta. Selama ini tidak dilakukan penilangan. Tapi mungkin jelang tahun baru dilakukan tilang akan kami koordinasikan dengan Satlantas Porlesta, jelasnya.

Rata-rata sejumlah pelanggar tersebut, ditemui ketika kendaraannya sudah terparkir. Hampir semuanya kendaraan dengan kondisi parkir tanpa pengemudi. Dimungkinkan, ada jukir yang mengarahkan pengemudi untuk memarkir di lahan yang dimanfaatkan para jukir sebagai lahan pakir namun lahan tersebut terdapat rambu dan marka larangan parkir. Karena kita cek ulang malam ke sana orangnya (jukir) nggak ada. Tapi ada stick line -nya, kita ambil (stick line), terangnya.

Meskipun, kondisi Jalan Pasar Kembang sudah berubah dengan sistem satu arah (SSA). Namun, tetap terdapat rambu dan marka biku larangan parkir khususnya jalan sisi utara. Maka tidak serta merta bisa parkir sembarangan. Kalau sisi utara sangat jelas karena disitu ada rambu dan ada marka biku serta imbauan. Sehingga disamping untuk kelancaran lalu lintas kita juga memastikan agar penumpang naik turun kereta kita minta masuk ke dalam, jabarnya.

Pun secara kapasitas tempat khusus parkir (TKP) masih memenuhi. Baik TKP Abu Bakar Ali (Aba), Senopati, maupun Ngabean. Secara kapasitas masih bisa. Karena TKP secara posisi itu kemanfaatannya bisa untuk parkir mobil dan bus, imbuhnya. (wia/pra)

Original Source

Topik Menarik