Loading...
Loading…
Kasus Kecelakaan di Pasar Minggu, Tersangkanya Bukan Polisi

Kasus Kecelakaan di Pasar Minggu, Tersangkanya Bukan Polisi

Nasional | republika | Sabtu, 26 Desember 2020 - 18:55

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah menetapkan tersangka dalam kasus kecelakaan yang menewaskan seorang ibu muda di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tersangkannya bukanlah polisi yang menabrak korban, melainkan seorang pengendara yang sebelumnya menyerempet mobil polisi tersebut."Kami penyidik kecelakaan lalu lintas Ditlantas Polda Metro Jaya menetapkan saudara HN yang merupakan pengemudi Hyundai sebagai tersangka dalam kecelakaan ini," kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di kantornya, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (26/12).Sambodo menjelaskan, penetapan HN sebagai tersangka didukung sejumlah alat bukti. Pertama, keterangan saksi yang menyebutkan bahwa mobil Innova yang dikendarai Aiptu Imam Chambali menabrak pembatas jalan lalu menabrak tiga pemotor karena sebelumnya ditabrak mobil Hyundai yang dikendarai HN.Kedua, rekaman kamera CCTV milik sebuah toko yang berada tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). "Terlihat pengemudi Hyundai membenturkan mobilnya ke Innova dan kemudian mobil tersebut hilang kendali dan menyeberang jalur lalu menabrak 3 sepeda motor," kata Sambodo.Ketiga, bukti kerusakan di mobil Hyundai berwarna hitam tersebut. Kerusakan pada bodi Hyundai, kata dia, tampak memanjang dari sisi pintu depan sebelah kanan, dekat roda, sampai ke belakang."(Sedangkan) di mobil Innova silver ada cat yang menempel karena bekas senggolan di bodi depan sebelah kiri," kata Sambodo.Keempat, pengakuan tersangka HN. Setelah penyidik memperlihatkan rekaman video kejadian kepada tersangka, kata Sambodo, HN mengakui memang ketika itu berupaya menghentikan mobil Innova yang dikemudikan Aiptu Imam."Tujuan dia (menghentikan) untuk meminta pertanggungjawaban akibat sebelumnya tersangka mengaku dipukul oleh Aiptu IC (Imam Chambali)," ungkap Sambodo.Tersangka HN, lanjut dia, merupakan seorang pria berusia 25 tahun. Ia berprofesi sebagai karyawan bank BUMN.Kini HN telah ditahan di tahanan Subdit Gakkum Dirlantas Polda Metro Jaya. Ia disangkakan dengan pasal 311 ayat 5 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Ancaman hukuman maksimalnya 12 tahun penjara atau denda 24 juta.Sebelumnya, Mobil Innova yang dikendarai Aiptu Imam Chambali, polisi dari kesatuan Pengamanan Objek Vital Polda Metro Jaya, menabrak tiga pemotor di Jalan Raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (25/12). Akibatnya, dua pemotor luka-luka. Sedangkan satu lainnya, seorang ibu muda PL (30 tahun), tewas seketika dalam kejadian nahas itu.Menurut keterangan polisi, kejadian itu berawal dari perselisihan antara Aiptu Imam dan HN. HN awalnya merasa tak terima jalurnya dipotong Aiptu Imam, tak jauh dari lokasi kejadian. Keduanya sama-sama berkendara dari arah Pejaten menuju Pasar Minggu.Keduanya terlibat cekcok hingga akhirnya Aiptu Imam menghentikan mobil HN di suatu titik, masih di jalan yang sama. Di sana, mereka kembali bersitegang. HN menyebut dirinya sempat dipukuli Aiptu Imam di sana. (HN telah melaporkan kasus pemukulan ini ke Polres Metro Jakarta Selatan).Selanjutnya, HN berupaya mengejar mobil Aiptu Imam untuk meminta pertanggungjawaban atas pemukulan itu. Dan akhirnya, kecelakaan naas itu terjadi.

Original Source

Topik Menarik