Loading...
Loading…
BPPTKG Laporkan Suara Guguran Terdengar Enam Kali dari Gunung Merapi

BPPTKG Laporkan Suara Guguran Terdengar Enam Kali dari Gunung Merapi

Nasional | jawapos | Sabtu, 26 Desember 2020 - 06:52

JawaPos.com Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan suara guguran terdengar sebanyak enam kali dari Gunung Merapi. Hal tersebut diketahui selama periode pengamatan pada Kamis (24/12) mulai pukul 00.00 WIB sampai 24.00 WIB.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida seperti dilansir dari Antara di Jogjakarta menjelaskan, suara guguran di gunung api aktif itu terdengar dengan intensitas lemah hingga keras dari Pos Pemantauan Gunung Merapi (PGM) Babadan dan PGM Jrakah. Pada periode itu, kata dia, BPPTKG juga mencatat 41 kali gempa guguran, 312 kali gempa fase banyak, 58 gempa vulkanik dangkal, satu kali gempa tektonik, serta 50 kali gempa hembusan.

Berdasar pengamatan visual, tampak asap berwarna putih keluar dari Gunung Merapi dengan intensitas sedang dengan ketinggian 50 meter di atas puncak, ujar Hanik Humaida.

Berikutnya, lanjut dia, untuk laju deformasi Gunung Merapi yang diukur menggunakan electronic distance measurement (EDM) Babadan rata-rata 11 cm per hari (rata-rata 3 hari).

BPPTKG telah menaikkan status Gunung Merapi pada level III atau siaga. Untuk penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan. BPPTKG juga meminta pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III, termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi.

Pemerintah Kabupaten Sleman (Daerah Istimewa Jogjakarta), Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten (Jawa Tengah) juga diminta mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan upaya mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi yang bisa terjadi setiap saat.

Saksikan video menarik berikut ini:

Original Source

Topik Menarik