Loading...
Loading…
Kemenkes Bentuk Tim Ahli Kaji Varian Baru Virus Korona

Kemenkes Bentuk Tim Ahli Kaji Varian Baru Virus Korona

Nasional | koran-jakarta.com | Sabtu, 26 Desember 2020 - 00:02

JAKARTA Pemerintah Indonesia membentuk tim ahli khusus untuk mempelajari dan mengkaji munculnya varian baru Covid-19 atau Sars-Cov2, di South Wales, Inggris. Kami meminta para ahli di Kemenkes untuk mempelajari strain tersebut. Ini butuh kajian ilmiah, kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam jumpa pers virtual, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Jumat (25/12). Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menambahkan,Kemenkes memang akan membentuk tim khusus untuk mengkaji soal varian baru Covid- 19 ini.

Sedang kami pelajari, kami akan membentuk tim untuk mempelajari kajian itu, kata Dante. Di tempat terpisah Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Subandrio, dan Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN), Bambang Brodjonegoro, memperingatkan masyarakat agar tidak lengah dan harus mewaspadai varian baru virus korona itu. Varian virus tersebut bisa masuk ke Indonesia tanpa memandang musim dan letak geografis satu negara. Terjadi di Inggris yang dingin saat ini dan sekarang sudah ada di Australia yang saat ini musim panas dan ada di Singapura yang tidak berbeda dengan Indonesia, kata Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Subandrio, di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (24/12).

Amin mengatakan kewaspadaan itu tidak perlu disalurkan dalam bentuk kepanikan, tetapi justru dialihkan untuk bisa melakukan pencegahan individu, mendeteksi serta mencegah agar virus tersebut tidak masuk ke Indonesia. Memang tidak terlalu mudah untuk mendeteksi itu karena pintu kita (Indonesia) terlalu banyak juga, ujar dia. Bambang Brodjonegoro mengatakan, hingga kini belum ada bukti apakah varian baru ini memiliki tingkat keparahan lebih tinggi dibandingkan virus yang ada saat ini. Kendati demikian, ia mengatakan masyarakat tidak boleh lengah terkait penyebaran virus korona.

Sebab, virus ini dapat menyerang orang yang mudah terpapar penyakit secara lebih cepat. Kita tidak boleh lupa bahwa kalau kita bicara penyebaran virus SARS-CoV-2 ini berarti kan langsung terkena kepada orang-orang yang berpotensi seperti (yang punya) komorbid maupun orang tua. Jadi, intinya kita tetap harus berhati-hati, ujar Bambang. Bambang menjelaskan virus korona varian baru ini pertama kali ditemukan di Inggris pada 20 September 2020.

Kemudian per 13 Desember 2020 sudah lebih dari 1.100 kasus yang terdeteksi di Inggris Raya. Peningkatannya itu begitu cepat ya sehingga kalau kita lihat di bulan November dan terutama bulan Desember terjadi peningkatan yang luar biasa, sehingga di Inggris bagian tenggara yang paling banyak dampaknya, kata Bambang. Bambang menuturkan, dari pemeriksaan sampel di Inggris, 50 persen di antaranya ditemukan mengandung virus jenis baru varian itu. Dari seluruh isolate virus yang berhasil ditemukan dari pemeriksaan sampel 50 persennya mengandung varian ini, jadi sudah sangat masif di Inggris, ucap Bambang. n jon/P-4

Original Source

Topik Menarik