Loading...
Loading…
Misa Natal 25 Desember 2020 Diisi 70-90 Persen Jemaat

Misa Natal 25 Desember 2020 Diisi 70-90 Persen Jemaat

Nasional | jawapos | Jumat, 25 Desember 2020 - 18:47

JawaPos.com Pelaksanaan Natal 2020 kali ini berbeda dengan biasanya, pasalnya sejak Maret lalu Indonesia mulai dihadapi tantangan virus Covid-19. Oleh karenanya, dilakukan penyesuaian dalam pelaksanaan Natal 2020, seperti yang dilakukan oleh Gereja Katedral Jakarta.

Di mana kapasitas yang diizinkan itu hanya 20 persen dari kapasitas normal, yaitu hanya 309 umat yang bisa masuk, di dalam 200 umat dan 109 ditampung di Plaza Maria. Jemaat yang diperbolehkan beribadat hanya mereka yang berasal dari paroki katedral saja.

Humas Keuskupan Agung Jakarta Gereja Katedral Susyana Suwadie menjelaskan, ada perbedaan dalam pelaksanaan Misa Natal 2020. Hal tersebut berhubungan dengan kapasitas.

Jika pada Misa malam Natal tertanggal 24 Desember 2020 kapasitas yang diisi full 100 persen, kali ini pada Misa Natal 25 Desember 2020 hanya berkisar 70 sampai 90 persen dari total kapasitas atau sekitar 216 hingga 278 orang.

Untuk hari ini, dua kali tatap muka yang telah dilangsungkan pada pukul 11.00 WIB yaitu misa pontifikal yang dipimpin Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo itu berlangsung dengan kuota 90 persen. Sedangkan di 17.00 WIB itu sekitar 70 persen dari kuota 309, jadi kurang lebih 200-an umat. Malam natal full, hari ini tidak 100 persen, terang dia di lokasi, Jumat (25/12).

Pelaksanaan Misa Natal 2020 ini, umat yang datang itu dibatasi harus dalam rentang usia 18-59 tahun dan juga dalam keadan sehat. Kemudian harus mendaftar di website Bela Rasa, website Keuskupan Agung Jakarta yang mana ini adalah website yang mendaftar melalui nomor Biduk, yaitu basis integrasi data umat keuskupan.

Terkait protokol kesehatan sebelum masuk ke dalam gereja, di mana temperatur suhu diukur dan tidak boleh lebih dari 37,5 derajat. Kemudian memperlihatkan QR Code yang diperoleh dari website Bela Rasa yang disertai KTP untuk masuk dan mengikuti ibadat.

Lalu, setelah itu wajib mencuci tangan di bawah air mengalir dengan sabun, kemudian masuk ke dalam. Pelaksanaan protokol kesehatan ini tidak hanya diterapkan pada Natal saja, namun juga pada ibadat-ibadat sebelumnya.

Protokol kesehatan dari kemarin sejak diizinkan itu sejak 12 Juli sudah menerapkan protokol kesehatan yang sama dan pendaftaran yang sama. Seluruhnya selama masa pandemi ini kita tetap menetapkan protokol kesehatan yang ketat, pungkasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Original Source

Topik Menarik