Loading...
Loading…
Duet Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil Berpeluang di Pilpres 2024, Ini Syaratnya

Duet Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil Berpeluang di Pilpres 2024, Ini Syaratnya

Nasional | sindonews | Selasa, 15 Desember 2020 - 06:56

JAKARTA - Meskipun pemilihan presiden (Pilpres) baru akan berlangsung pada 2024, sejumlah nama potensial sudah bermunculan di papan klasemen lembaga survei. Di antara kandidat itu tercantum nama beberapa kepala daerah yaitu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau bisa disapa Emil.

Dalam hasil survei online Litbang SINDO Media , Ganjar dijagokan 51% responden. Sementara Ridwan Kamil dalam hasil survei tahap awal ini dipilih 3% responden.

(Baca: Hasil Sementara Survei Capres 2024: Ganjar Posisi Puncak, Anies dan Prabowo Mampukah Membalap?)

Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (SUDRA) Fadhli Harahab menilai kedua kandidat kepala daerah Pulau Jawa ini memiliki peluang dicalonkan atau bahkan diduetkan jika mereka dapat mempertahankan tingkat elektabilitas dan popularitas mereka masing-masing.

"Potensi dan peluang aku pikir masih terbuka lebar bagi kedua tokoh ini. Tetapi tidak mudah," kata Fadhli saat dihubungi Sindonews, Selasa (15/12/2020).

Menurut Fadhli, ada beberapa kendala yang harus dilalui Ganjar dan Emil untuk dapat bersaing di Pilpres mendatang. Pertama soal dukungan partai politik atau gabungan parpol.

(Baca: Nama-nama Ini Dinilai Layak Jadi Cawapres jika Ganjar Nyapres)

Meski keduanya kerap mengisi deretan lembaga survei, lnjut Fadhli, tapi mereka bukanlah figur sentral di partai. Apalagi Kang Emil yang bukan kader partai manapun. "Praktis keduanya hanya mengandalkan tingkat elektabilitas untuk dapat dipinang parpol," terangnya.

Melihat kondisi tersebut, tentu saja kedua tokoh ini harus pintar-pintar merawat elektabilitas hingga perhelatan Pilpres 2024 berlangsung. Dengan elektabilitas yang terawat, maka satu syarat menjadi kandidat tetap terbuka, setidaknya untuk dilirik parpol dan gabungan parpol.

(Klik ini untuk ikuti survei SINDOnews tentang Calon Presiden 2024)

"Di 2022 ini ada momen politik Pilkada. Nantinya bisa diukur lagi tingkat elektabilitasnya pasca itu. Apalagi mas Ganjar dipastikan tidak bisa ikut Pilkada karena sudah menjabat dua periode, tentu sedikit banyak akan berpengaruh," pungkasnya.

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{