Loading...
Loading…
H-3 Pilkada Kota Mataram, Survei Muda Capai 35,26 Persen

H-3 Pilkada Kota Mataram, Survei Muda Capai 35,26 Persen

Nasional | lombokpost | Senin, 07 Desember 2020 - 14:13

MATARAM -Kerja keras selama masa kampanye pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram HL Makmur Said dan

BASIS SUARA MUDA: Inilah diagram irisan basis suara pasangan Muda.

(Muda) membuahkan hasil. Elektabilitas pasangan ini meningkat signifikan. Bahkan dari hasil survei internal tim Muda, pasangan ini mengungguli tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota lainnya.

Dengan responden 1.500 orang di 325 lingkungan menggunakan metode cluster random sampling seperti beberapa lembaga survei, hasilnya Muda 35,26 persen, Harum 31,13 persen, Salam 23,11 persen, Baru 8,02 persen dan jawaban lainnya 4,12 persen. Margin error 4,8 persen, jelas tim survei internal pasangan Muda Lalu Jaga Adubangga Sabtu (5/12/2020).

Survei internal ini dikatakannya merupakan yang ketiga kalinya. Survei dilakukan mulai dari 29 November sampai 5 Desember.

(survei ini) Bukan juga untuk menentang survei lain. Ini murni survei internal tim untuk mengukur sejauh mana hasil kerja tim, relawan, hingga partai pengusung selama masa kampanye, paparnya.

Tim survei bekerja secara kredibel. Tidak kemudian melakukan survei di wilayah basis massa Muda. Sehingga hasilnya hanya bertujuan untuk memuaskan atau menyenangkan diri sendiri. Tidak seperti itu, tegasnya.

Survei mengambil sampel masing-masing lima warga di semua lingkungan. Mengambil titik langkah dari tempat ibadah atau fasilitas publik. Responden yang satu dengan yang lain berjarak 5-10 rumah. Mereka diberikan pertanyaan terbuka dengan alat peraga contoh surat suara. Pasangan mana yang akan dipilih antara paslon nomor urut 1 H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum), paslon nomor urut 2 Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (Salam ), paslon nomor urut 3 HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda (Muda) dan calon nomor urut 4 H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru).

Ketika lima responden itu semua memilih Muda, maka tim survei akan diminta untuk melakukan survei ulang. Begitu juga sebaliknya, ketika di salah satu lingkungan tidak ada satu pun suara Muda. Ini untuk mendapatkan hasil yang akurat. Karena tujuan survei ini sejak dua kali dilakukan di awal bertujuan untuk memetakan suara pasangan Muda. Ketika ada lingkungan yang masih zona merah, itu kami sentuh, paparnya.

Hasilnya di survei ketiga, Muda mengklaim unggul di Kecamatan Sandubaya, Ampenan dan Selaparang. Sementara di Kecamatan Sekarbela, Mataram dan Cakranegara Muda di posisi nomor dua.

Senada dengan itu, tim penasehat pasangan Muda Syarifudin memaparkan capaian 35,26 persen tersebut berasal dari lima basis suara. Pendongkrak suara pasangan Muda itu ada lima bandul. Pertama, pak Makmur representasi PWRI atau pensiunan. Kemudian Ahda memiliki basis suara milenial, ketiga basis suara partai, keempat relawan dan terakhir basis suara wali kota Ahyar Abduh, paparnya.

Sebelum suara Ahyar Abduh masuk dalam basis suara Muda, elektabilitas pasangan Muda memang selalu di bawah 20 persen. Namun ketika basis suara Ahyar Abduh selama menjabat 10 tahun masuk gerbong Muda, ini ternyata ampuh untuk menaikkan elektabilitas dan survei pasangan yang diketahui H Badruttamam Ahda merupakan putra wali kota.

Bagaimana pun simpatisan pak Ahyar selama menjabat wali kota itu tidak bisa dinafikan. Irisan suara basis Ahyar Abduh untuk Muda di angka 14-15 persen. Itu angka minimal, bisa lebih, terangnya.

Sementara basis suara Makmur dengan PWRI dan pendukung lainnya berada di irisan 5 persen. Ahda dengan suara milenial 4 persen, basis suara relawan 6 persen dan terakhir basis suara partai 7 persen. Ketika dikalkulasikan, secara keseluruhan, jumlahnya mencapai 36 persen. Jadi ternyata survei ini paralel atau berbanding lurus dengan irisan bandul pendongkrak suara Muda, paparnya.

Helmi Saputra, surveyor internal Muda mengaku pihaknya melakukan survei dengan menjaga kredibilitas. Mengingat survei ini penting menjadi referensi pasangan Muda. Kami tidak melakukannya di basis Muda. Bahkan di Kecamatan Selaparang kami tidak melakukan survei di Monjok, papar pria yang pernah bekerja di beberapa lembaga survei nasional itu.

Meskipun survei bersifat internal, tetapi dalam pelaksanaannya di bawah bimbingan dan pengawasan para akademisi yang menjadi tim pakar paslon Muda. Secara metodologi dan penentuan sampel (responden), telah sesuai dengan kaidah keilmuan yang seharusnya digunakan. Sehingga akurasi dan tingkat kepercayaaan hasil survei menurutnya bisa dipertanggungjawabkan. (ton/adv)

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{