Loading...
Loading…
Kaitan Gula Darah Tinggi dan Risiko Kematian Akibat Covid-19

Kaitan Gula Darah Tinggi dan Risiko Kematian Akibat Covid-19

Nasional | republika | Senin, 07 Desember 2020 - 03:40

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasien Covid-19 yang memiliki kadar gula darah tinggi memiliki risiko meninggal lebih tinggi. Demikian hasil riset terhadap 11.000 pasien Covid-19 di Spanyol yang dipublikasikan di jurnal Annals of Medicine.

Menurut riset tersebut, para pasien yang diteliti tak ada yang dalam kondisi kritis ketika tiba di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun, mereka yang datang dengan kadar gula di atas normal memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk meninggal saat menjalani perawatan. Baik itu mereka penderita diabetes atau tidak.

Kadar gula darah normal orang dewasa adala 130 miligram/desiliter (mg/dL). Adapun kadar gula darah masuk kategori diabetes adalah 200 mg/dL atau lebih.

Secara keseluruhan, terdapat 20 persen pasien yang meninggal saat dirawat di rumah sakit. Sebanyak 16 persen di antaranya, kadar gulanya di bawah 140 mg/dL saat masuk rumah sakit. Lalu, 34 persen di antaranya dengan kadar gula 140 hingga 180 mg/dL. Selanjutnya, 41 persen pasien dengan kadar di atas 180 mg/dL.

Menurut studi tersebut, setelah memperhitungkan usia dan kondisi medis ditemukan bahwa pasien dengan kadar gula darah tertinggi, sebanyak 50 persennya cenderung lebih mungkin meninggal di rumah sakit dibandingkan pasien dengan kadar terendah. Orang dengan gula darah tinggi juga berisiko lebih tinggi membutuhkan perawatan intensif dan bantuan pernapasan mekanis.

Para peneliti lantas merekomendasikan agar kontrol gula darah yang cepat harus diwajibkan dalam pengelolaan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Terlepas dari apakah mereka menderita diabetes atau tidak.

Original Source

Topik Menarik