Loading...
Loading…
Demokrat Bantah Bantuan BNPB Disalahgunakan untuk Pilkada Surabaya

Demokrat Bantah Bantuan BNPB Disalahgunakan untuk Pilkada Surabaya

Nasional | jawapos | Senin, 30 November 2020 - 11:23

JawaPos.com Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kota Surabaya membantah bantuan paket sembako Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) disalahgunakan untuk kepentingan kampanye salah satu pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota di Pilkada Surabaya 2020.

Bantuan paket pangan ke warga terdampak Covid-19 tidak memandang apakah warga yang menerima itu pendukung paslon nomor 2 atau pendukung paslon nomor 1, ujar Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya Lucy Kurniasari di Surabaya, Senin (30/11).

Lucy yang juga anggota Komisi IX DPR dari Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan I (SurabayaSidoarjo) menerangkan, BNPB memberikan 10 ribu paket bahan pangan tambahan (BPT) kepada warga terdampak pandemi Covid-19 di Surabaya. Bukan hanya dirinya, melainkan juga disalurkan lewat anggota Komisi IX DPR lain dengan harapan bantuan tersebut tepat sasaran dan mudah pendistribusiannya.

Selain itu, lanjut Lucy, tidak hanya BNPB yang menyalurkan bantuan, melainkan juga Kementerian Kesehatan juga memberikan bantuan sekitar 20 ribu paket BPT untuk meningkatkan daya tahan tubuh bagi tenaga kesehatan dan non-kesehatan. Selain itu, mantan Ning Surabaya tahun 1986 itu juga membagikan sekitar 50 ribu paket sembako selama pandemi Covid-19.

Saya sebagai anggota Komisi IX DPR menyalurkan bantuan tersebut kepada warga Surabaya yang benar-benar terdampak Covid-19 kepada warga yang tidak mampu. Tujuannya agar beban berat warga dapat berkurang, kata Lucy.

Beberapa waktu lalu, Lucy membagikan paket bantuan pangan dan kebetulan warga penerima yang mengenakan kaos bergambar pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Nomor Urut Nomor 2 Machfud Arifin-Mujiaman (Maju). Ujungnya, ada warga yang melaporkan dugaan penyalahgunaan paket sembako BNPB untuk kepentingan salah satu kandidat Pilkada Surabaya 2020 ke Polrestabes Surabaya.

Saya tegaskan, saya tidak pernah membedakan warga Surabaya apapun aliran politiknya. Selama warga itu memenuhi kriteria terdampak Covid-19, saya minta untuk diberikan bantuan paket tersebut, ujar Lucy.

Menurut dia, bantuan juga diberikan ke warga yang kebetulan mengenakan kaos bergambar PDI Perjuangan. Selain itu memberikan bantuan ke pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Tembok, Surabaya, yang mengenakan kaos bergambar pasangan Cawali dan Cawawali Surabaya Nomor Urut 01 Eri Cahyadi dan Armuji.

Jadi, pembagian paket BPT dan sembako semata bersifat sosial. Siapa saja warga Surabaya yang memenuhi kriteria terdampak Covid-19 diberikan bantuan paket tersebut. Pendistribusiannya sudah sesuai juklak (petunjuk pelaksana) dan juknis (petunjuk teknis), terang Lucy.

Saksikan video menarik berikut ini:

Original Source

Topik Menarik

{