Loading...
Loading…
Bedah Buku, Dosen Politeknik ATI Padang Bahas Pengenalan Keselamatan Kesehatan Kerja

Bedah Buku, Dosen Politeknik ATI Padang Bahas Pengenalan Keselamatan Kesehatan Kerja

Nasional | harianhaluan | Senin, 30 November 2020 - 10:14

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Politeknik ATI Padang mengadakan kegiatan webinar series bedah buku. Ada dua penulis best seller yang dihadirkan. Salah satunya Candrianto sekaligus dosen Politeknik ATI Padang. Dalam bedah buka, dia membahas tentang Pengenalan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3).

Candrianto memaparkan jika berbicara keselamatan kerja maka akan membahas tentang konsep dan peraturan. Menurut dia, K3 bagi pekerja terutama yang berasal dari pendidikan vokasi muaranya adalah bekerja setelah tamat dari kampus.

"Selain itu, juga ada amanat Undang-undang Ketenagakerjaan, Undang-undang Perindustrian, peraturan dan kebijakan didalam pentingkan K3 ini," papar Candrianto saat Webinar Bedah Buku ke-3 Politeknik ATI Padang, dilansir Senin (30/11/2020).

Candrianto menjelaskan yang dimaksud dengan keselamatan dan kesehatan kerja atau didalam di dunia industri dikenal dengan istilah Occupotional Healtd and Safety. Dimana kondisi didalam bekerja pekerjaan tersebut harus sehat dan aman bagi diri sendiri.

"Atau suatu pemikiran dan upaya untuk kesempurnaan jasmani maupun rohani," terang Candrianto.

Lebih lanjut, kata Candrianto, K3 juga merupakan sebuah ilmu dan penerapannya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Ada aturan dari K3 yang sudah ditetapkan di Indonesia, pertama adalah Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 yang mengatur tentang keselamatan kerja.

Kedua, Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 yang mengatur tentang pentingnya K3. Ketiga, Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang penerapan K3, Permenaker Tahun 1987 tentang Panitia Penyelesaian Masalah K3. Permenaker Nomor 5 Tahun 1996 tentan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

Kemudian, Permenaker Nomor 2 Tahun 1992 tentang Ahli K3. Ahli K3 terdiri dari ahli muda, ahlu madya, dan ahli utama.

"Alhamdulillah saya sudah mendapatkan sertifikat ahli madya K3 Indonesia untuk provinsi Sumatera Barat," sebut Candrianto.

Candrianto menambahkan, ada Alat Pelindung Diri (APD) yang merupakan alat pelindung digunakan oleh karyawan untuk melindungi diri dari potensi bahaya kerja atau suatu alat yang melindungi seseorang yang fungsinya menisolasi ataupun melindungi para pekerja terhadap potensi bahaya.

"Alat pelindung diri dibagi tiga, yakni alat pelindung kepala ada helm, kacamata, masker dan sebagainya. Kemudian, alat pelindung badan dan alat pelindung kaki. Alhamdulillah Politeknik ATI Padang telah memenuhi alat pelindung diri standar di laboratorium," kata Candrianto.

Candrianto menyebutkan, hazards atau bahaya K3 merupakan bahaya yang berupa sifat dari suatu bahan, cara kerja suatu alat, dan bagaimana melihat kerusakan ataupun kerugian lingkungan terhadap manusia, harta benda, serta bisa menimbulkan cacat yang ada.

"Jadi nanti hazards ini perlu kita identifikasi, ada hazards dari mekanik seperti bahaya yang ditimbulkan dari mesin, bahaya kimia, bahaya psikologi seperti tekanan dalam bekerja," jelas Candrianto. (*)

Original Source

Topik Menarik