Loading...
Loading…
Soal Video Banteng Ketaton, Risma Harus Introspeksi

Soal Video Banteng Ketaton, Risma Harus Introspeksi

Nasional | jawapos | Jumat, 27 November 2020 - 22:53

JawaPos.com Kecaman yang dilakukan warga kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam salah satu video menjadi trending topik sejak Kamis (26/11). Dalam video tersebut, mantan pendukung wali kota itu meluapkan amarah dengan yel-yel hancurkan Risma!

Menurut Direktur Media dan Komunikasi (Dirkom) Tim Pemenangan Maju (Machfud Arifin-Mujiaman) Imam Syafii, video tersebut tidak dibuat tim pemenangan pasangan Maju. Sebab, pihaknya tidak ingin mencampuri persoalan internal PDIP.

Tim Pemenangan Maju tidak pernah minta mereka membuat video tersebut. Justru yang menjadi pertanyaan publik kenapa mereka begitu marah kepada Bu Risma? Ada apa ini? tanya Imam pada Jumat (27/11). Baca juga : Pengamat Sebut Video Yel-yel Banteng Ketaton Ungkapan Kekecewaan

Imam menegaskan baik Machfud Arifin maupun Mujiaman, tidak pernah mengarahkan relawan atau pendukung melakukan hal-hal yang tidak patut dalam kontestasi Pilwali Surabaya. Meski sudah banyak laporan ke Bawaslu, kepolisian, dan KPK terkait dugaan penyalahgunaan wewenang baik oleh wali kota dan para pejabat Pemkot Surabaya untuk memenangkan salah satu calon.

Pak Machfud maupun Pak Mujiaman selalu menekankan pendukung mengedepankan kampanye dengan cara yang baik, ujar Imam yang juga anggota DPRD Surabaya itu.

Baca Juga :
Kecewa Dengan Sikap DPP Kader PDIP Kota Surabaya Alihkan Dukungan

Imam menegaskan, sejak awal, Machfud dan Mujiaman berkomitmen menjadikan Pilkada Surabaya yang damai dan berintegritas. Pak Machfud dan Pak Mujiaman sudah menegaskan tidak akan curang, tapi juga tidak mau dicurangi, kata Imam.

Mengenai adanya video warga yang tak puas dengan Risma dan meneriakkan yel-yel, Imam menyarankan Risma untuk introspeksi diri. Apalagi, yang meneriakkan yel-yel itu juga pernah memenangkan Risma dalam pilwali sebelumnya.

Banteng Ketaton sebagian besar kader PDIP. Mereka pada Pilwali Surabaya 2010 dan 2015 kemarin memberikan dukungan total pada Risma. Bahkan, pada Pilwali Surabaya 2010, mereka ini termasuk pasukan siap mati , ucap Imam.

Mungkin mereka saking kecewanya kepada Risma. Jadi itu ungkapan spontanitas di luar kuasa kami, tambah Imam.

Sebagai mantan direktur di sebuah televisi swasta, Imam juga beberapa kali mengalami kekecewaan terhadap Risma. Terutama ketika Risma tidak menerima kritik membangun lewat pemberitaan.

Baca Juga :
Senior PDIP Alihkan Dukungan ke \'Maju\' di Pilkada Surabaya

Bu Risma itu kalau dikritik langsung marah dan minta wartawan yang meliput diganti. Kan cara-cara seperti ini tidak benar, kata Imam.

Sementara itu, Ketua Banteng Ketaton Surabaya Sri Mulyono Herlambang menanggapi santai tentang viralnya video yel-yel Banteng Ketaton. Menurut dia, hal tersebut merupakan bentuk eksplisit dari semangat yel-yel, mengalahkan pasangan calon pilihan Risma, Eri-Armuji. Cuma yel-yel. Jangan baper ! kata Herlambang.

Soal video tersebut, diaa mengakui pernyataan hancurkan Risma menimbulkan banyak presepsi. Sekali lagi saya tegaskan, itu dibuat sebagai penyemangat. Bukan provokasi. Banteng Ketaton cinta damai, tegas Herlambang.

Dikatakan Herlambang, bentuk yel semangat tersebut dianalogikan sebagai pendukung fanatik.

Kalau pernah lihat sepak bola di stadion antara Persebaya dan Arema atau sebaliknya atau tim lain, sering para suporter meneriakkan yel-yel. Ini adalah penyemangat pasukan Banteng Ketaton untuk menghabisi suara paslon 01 di Pilkada Surabaya 2020. Kalau baper ya sangat disayangkan. Apalagi berpura-pura playing victim . Berarti mereka kalah dalam menebar semangat, ucap Herlambang.

Saksikan video menarik berikut ini:

Original Source

Topik Menarik