Demo di Cirebon, Driver Ojol Blokade Gerbang Balai Kota
CIREBON, iNews.id - Puluhan pengemudi ojek online (ojol) menggelar demonstrasi di depan Balai Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026) sore. Massa menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk menolak rencana status ojol sebagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Demo tersebut diikuti sejumlah komunitas driver ojol dengan membawa atribut masing-masing. Mereka memusatkan aksi di depan Balai Kota Cirebon sambil menyuarakan tuntutan terkait kebijakan yang dinilai berdampak terhadap pengemudi.
Ada empat tuntutan utama yang disampaikan massa. Mereka menolak status pengemudi ojol sebagai UMKM, meminta penghapusan orderan ganda, penghentian pendaftaran pengemudi baru, serta penghapusan prioritas turbo berbayar.
Situasi sempat memanas ketika massa memblokade gerbang Balai Kota Cirebon dengan memarkirkan sepeda motor di area tersebut. Aksi itu dilakukan karena peserta belum mendapat kesempatan bertemu dan berdiskusi langsung dengan Menteri UMKM maupun Pemerintah Kota Cirebon.
Panik Disergap Polisi, Residivis Pembobol Minimarket di Ngawi Tewas Jatuh dari Atap 5 Meter
Koordinator aksi, Tryas Muekmamad, menyampaikan sejumlah aspirasi yang menjadi dasar kedatangan para pengemudi ojol dalam aksi tersebut.
Setelah menyampaikan tuntutan, massa tidak langsung meninggalkan lokasi. Mereka justru membersihkan area sekitar tempat unjuk rasa dengan memungut dan mengumpulkan sampah.
Hingga sekitar pukul 18.00 WIB, Menteri UMKM yang sebelumnya dijadwalkan hadir dalam agenda pada pukul 16.00 WIB belum terlihat di lokasi. Massa kemudian membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutan dan melakukan aksi bersih-bersih.
Para pengemudi ojol berencana kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar pada Rabu mendatang. Mereka berharap tuntutan yang disampaikan dapat dibahas secara langsung bersama pemerintah.










