Prabowo Bongkar Dugaan Aktor di Balik Aksi Anarkis: Koruptor hingga Mafia Narkoba!
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan telah mengantongi laporan mengenai pihak yang diduga berada di balik pengerahan massa anarkis dalam sejumlah aksi unjuk rasa. Prabowo menyebut kemungkinan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari koruptor hingga mafia narkoba.
Hal itu diutarakan Prabowo saat menjawab pertanyaan mengenai aktor intelektual di balik pengerahan massa anarkis dalam program “Prabowo Menjawab” di Hambalang, Bogor, dikutip Kamis (17/9/2026).
“Iya. Jadi saya sudah menyampaikan Indonesia ini selamat kalau kita bisa berantas korupsi. Ya jelas koruptor-koruptor enggak suka,” kata Prabowo.
Meski tidak secara eksplisit menyebut koruptor berada di balik pengerahan massa anarkis, Prabowo menduga kemungkinan tersebut tetap ada.
“Ya kira-kira. Ya kira-kira. Ya, itu satu. Kedua, saya juga katakan selama ini ya 30 tahun lebih kekayaan kita di menurut saya diselewengkan oleh praktik under-invoicing ya,” kata Prabowo.
Prabowo juga menyoroti praktik under-invoicing atau laporan palsu mengenai ekspor. Menurut dia, Indonesia kehilangan sekitar Rp15.000 triliun akibat praktik tersebut selama 34 tahun.
“Nah ini saya mau tanya, ke mana pakar-pakar itu selama 34 tahun? Ini, ini, yang, yang. Jadi kalau Anda tanya siapa, ya kita sudah tahu, tapi kan kita negara hukum. Jadi kita bilang kita harus ada bukti yang jelas,” kata Prabowo.
Dia menegaskan, pemerintah tidak akan tinggal diam jika menemukan ancaman yang membahayakan negara.
“Tapi pada saatnya seandainya saya menilai bahwa ini sudah membahayakan negara, saya akan menggunakan semua wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada saya oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 untuk menyelamatkan negara, untuk menegakkan hukum, menjaga perdamaian,” kata Prabowo.
Prabowo juga mengungkapkan adanya laporan mengenai massa yang sengaja dikerahkan dan dibayar untuk menjadi perusuh.
“Persis anak-anak itu kalau kita kumpulkan, ngaku. Dibayar Rp100.000, dijanjikan Rp200.000, disuruh ini disuruh itu, ada yang dikasih obat, dan sebagainya,” kata Prabowo.
Saat ditanya mengenai aktor intelektual dan alasan pihak yang ditangkap baru sebatas pelaku lapangan, Prabowo menyebut pemerintah sedang mengarah untuk mengungkap pihak di baliknya.
“Ya kita sudah ke arah gitu, ya. Dan kita sudah ke arah situ,” kata Prabowo.
Ketika disinggung apakah salah satu aktor intelektual tersebut merupakan lawan politik, Prabowo tidak menjawab secara langsung. Ia justru menyinggung jaringan mafia narkoba.
“Ya kan saya katakan kalau kita mau tertib, yang nikmati ketidaktertiban siapa? Iya kan? Kalau kita mau berantas narkoba, emangnya orang mafia narkoba akan diam?” kata Prabowo.
Prabowo kemudian menceritakan pengalamannya saat proses rekrutmen organisasi yang melibatkan ratusan sarjana dan insinyur. Para peserta diberitahu akan menjalani pemeriksaan darah untuk mendeteksi narkoba.
“Orang begini ya, saya mau cerita. kita dalam dalam rangka rekruting ya, rekruting organisasi gitu, kita undang berapa ratus sarjana insinyur ya untuk daftar mereka datang,”ujarnya.
“ Tapi kita sudah sampaikan, dalam rangka rekrut ini kita akan periksa darah untuk narkoba dan sebagainya. Setengahnya enggak datang lagi. This is reality. bahaya narkoba ini sangat bahaya sudah masuk ke elite,” pungkasnya.









