EIGER Nature Lanjutkan Perjalanan Ekowisata dengan Perkuat Komitmen Pemulihan Lingkungan di Puncak Bogor
Menjelang pembukaan untuk publik, EIGER Nature melanjutkan transformasi dari EIGER Adventure Land dengan memperkuat visi dan komitmen yang telah dibangun sejak awal untuk menghadirkan destinasi ekowisata yang mengintegrasikan alam, petualangan, budaya, konservasi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Salah satu tahapan penting dalam perjalanan tersebut diterbitkannya Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 2889 Tahun 2025 tentang Pencabutan Sanksi pada 22 November 2025. Pencabutan sanksi tersebut merupakan keputusan resmi pemerintah dan menjadi bagian dari proses panjang penataan sekaligus pengembangan kawasan.
Dalam pencabutan sanksi tersebut, pemerintah juga mempertimbangkan komitmen dan upaya PT Eigerindo MPI (EMPI) mengikuti arahan pemerintah pusat dan daerah dalam memulihkan lahan kritis melalui pendekatan ekowisata serta dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan terhadap masyarakat lokal. Sebagai informasi, sebelum PT EMPI masuk dan memulai kegiatan, lahan milik PTPN merupakan lahan kritis dan digarap secara ilegal.
Baca juga: Kementerian Lingkungan Hidup dan Eiger Tanam Pohon di Kawasan Ekowisata Puncak Bogor
Berbagai arahan telah dijalankan dan menjadi bagian dari komitmen EIGER sejak awal pengembangan kawasan. Upaya tersebut antara lain diwujudkan melalui pemulihan lahan kritis di area PTPN I Regional 2 seluas 73,23 hektare, penanaman lebih dari 120.000 pohon, serta 8 juta semak dan tanaman penutup tanah. Kemudian, pendataan keanekaragaman hayati di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) seluas 253,66 hektare sekaligus pengelolaan air dan lingkungan secara berkelanjutan. Pemanfaatan Kawasan Berbasis Daya Dukung Lingkungan Pengembangan EIGER Nature dilakukan dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan, serta ketentuan pemanfaatan masing-masing kawasan.
Pada Zona Pemanfaatan TNGGP seluas 253,66 hektare, pemanfaatan kawasan dilakukan berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.305/Menlhk/Setjen/KSA.3/4/2019 tanggal 24 April 2019 tentang IUPSWA pada Zona Pemanfaatan TNGGP.
Pelantikan 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Advokat Harus Lebih Dekat dengan Masyarakat
Sebelum IUPSWA diterbitkan, telah dilakukan kajian menyeluruh mengenai daya dukung dan daya tampung kawasan, serta penyusunan rencana pemanfaatan dengan mempertimbangkan fungsi ekologis dan habitat asli di lokasi.
EIGER Nature berkomitmen menjaga dan melindungi kawasan konservasi. Hingga saat ini Koefisien Dasar Bangunan (KDB) di dalam kawasan TNGGP hanya 0,15. Padahal, berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan pemegang izin IUPSWA boleh membangun maksimal 10 dari luas izin yang diberikan.
Area yang dikelola EIGER Nature di kawasan PTPN untuk kegiatan ekowisata adalah 73,23 hektare, berada dalam porsi pemanfaatan yang diperbolehkan untuk kegiatan wisata, dengan KDB tercatat hanya 3,64. Lebih dari 90 lahan milik PTPN tersebut kembali hijau penuh dengan pohon, perdu, dan semak. Bagi EIGER Nature, keterbukaan merupakan bagian dari proses pengembangan kawasan. Karena itu, EIGER Nature terbuka terhadap dialog dengan pihak yang memiliki perhatian terhadap lingkungan sekaligus terus memperkuat edukasi dan komunikasi lingkungan kepada pengunjung.
Transformasi ini menjadi momentum bagi EIGER Nature untuk memperkuat fondasi ekowisata yang telah dibangun sejak awal. Pendekatan tersebut diwujudkan melalui konsep 7E Ekowisata yakni Ekologi, Etnologi, Ekonomi, Edukasi, Estetika, Etika, dan Entertainment sebagai landasan dalam menghadirkan pengalaman ekowisata yang lebih bermakna.
“EIGER Nature merupakan bagian dari perjalanan panjang EIGER untuk terus belajar dari alam, budaya, dan manusia. Perubahan ini bukan sekadar tentang nama, tetapi tentang komitmen kami untuk membangun ekowisata yang dapat menjadi berkat bagi pengunjung, alam, budaya, dan masyarakat. Kami ingin mereka yang berkunjung tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang membawa pengalaman, pemahaman, dan makna yang baru,” ujar Direktur Utama EIGER Nature Imanuel Wirajaya.