Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Wamendiktisaintek: Kampus Diimbau Belajar Daring

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Wamendiktisaintek: Kampus Diimbau Belajar Daring

Nasional | sindonews | Minggu, 6 September 2026 - 18:29
share

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengimbau perguruan tinggi yang terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau untuk menerapkan perkuliahan secara daring maupun hybrid.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah untuk mengurangi aktivitas di luar kampus sekaligus menjaga kesehatan seluruh sivitas akademika di tengah paparan abu vulkanik.

Baca juga: DKI Jakarta Terapkan PJJ Mulai 7 September 2026 Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

"Dalam rangka menjaga kesehatan sivitas akademika, kami mengimbau kepada seluruh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta untuk mengambil langkah-langkah strategis dan efektif yang berorientasi pada pengurangan aktivitas di luar kampus kepada seluruh sivitas akademika," ujar Fauzan dalam konferensi pers, Minggu (6/9/2026).

Fauzan mengatakan, perguruan tinggi dapat menyesuaikan kegiatan akademik maupun layanan kantor dengan kondisi di wilayah masing-masing. Pembelajaran dapat dilakukan secara daring, hybrid, atau metode lain yang dinilai efektif untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan debu erupsi.

"Oleh karena itu, aktivitas layanan kantor maupun proses pembelajaran dan aktivitas akademik yang lain, dapat dilakukan secara daring atau hybrid atau cara yang dianggap lebih efektif, dalam rangka untuk mengurangi terjadinya akibat apa terjadinya penyakit yang diakibatkan oleh debu erupsi itu," sambungnya.

Baca juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyelimuti Jabodetabek, Anak Sekolah Bakal PJJ?

Selain mengurangi aktivitas di luar kampus, Wamendiktisaintek juga meminta perguruan tinggi mengaktifkan posko siaga di lingkungan kampus. Posko tersebut diharapkan dapat menjadi pusat koordinasi dalam menghadapi dampak erupsi.

"Kemudian kami juga mengimbau kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk mengaktifkan posko siaga di lingkungan masing-masing dan selalu berkoordinasi dengan kepala daerah setempat," ujarnya.

Fauzan juga mendorong perguruan tinggi untuk ikut membantu masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Bantuan dapat dilakukan dengan memobilisasi sumber daya dan keahlian yang dimiliki perguruan tinggi.

"Lebih lanjut kami mengimbau kepada pimpinan perguruan tinggi untuk memobilisasi para pakar baik pakar kesehatan, teknik, lingkungan, kebencanaan, psikologi dan lain-lain untuk selalu terlibat dan memantau perkembangan erupsi ini," pungkasnya.

Topik Menarik