Detik-detik Kebakaran Maut di Tebet, Penghuni Kos Nekat Melompat demi Hindari Kobaran Api
Kebakaran maut yang melanda sebuah rumah tinggal sekaligus kos sembilan kamar di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, pada Senin (24/8/2026) dini hari menyisakan cerita mencekam. Tiga penghuni kos dilaporkan melakukan aksi nekat demi menyelamatkan diri dari kepungan si jago merah.
Saksi mata di lokasi kejadian, Muhammad Aqsal (26), menceritakan detik-detik menegangkan saat para korban selamat berusaha keluar dari bangunan yang terbakar. Menurutnya, situasi saat itu sangat kacau karena api merambat dengan cepat.
"Jadi ada satu yang lompat dari sini sampai dislok (tulang bergeser), terus juga satu lagi ada yang menerobos pintu kecil itu, itu sampai diseret-seret karena terkena luka bakar," ujar Aqsal saat ditemui di lokasi, Senin (24/8/2026).
Baca Juga: Kronologi Kebakaran Maut di Tebet yang Tewaskan Empat Orang
Aqsal menyebutkan ada penghuni lain yang memilih jalur ekstrem dengan memanjat ke bagian atas bangunan. Mereka berusaha mencari celah di bangunan tetangga agar tidak terpanggang api."Satu lagi ada yang lompat ke arah genteng itu, ke rumah yang satu lagi. Semuanya itu penghuni kos yang menyelamatkan diri," katanya.
Aqsal mengatakan, setidaknya ada dua orang yang nekat melompat dari ketinggian. Sementara, satu orang lainnya mengalami luka bakar serius karena memaksakan diri melewati celah pintu yang sempit di tengah kobaran api.
Hingga saat ini, para korban luka telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat. "Yang korban luka-luka itu dibawa ke Rumah Sakit," ucap dia.
Aqsal juga mengonfirmasi adanya korban meninggal dunia dalam musibah kebakaran tersebut. Ia menjelaskan, identitas para korban terdiri dari satu keluarga pemilik rumah dan satu orang penyewa kamar kos. Sayangnya, nyawa mereka tidak tertolong karena api diduga menjalar sangat cepat dari bagian bawah bangunan.
"Ada korban jiwa yang setahu saya sih empat orang. Tiga orang pemilik rumah, satu lagi penghuni kosan," kata Aqsal.
Kini, lokasi kebakaran telah dipasangi garis polisi. Pihak berwenang masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mendalami penyebab pasti kebakaran maut tersebut.










