Karhutla Kalteng, BNPB: Sumber Air untuk Pemadaman Jauh dan Mulai Mengering

Karhutla Kalteng, BNPB: Sumber Air untuk Pemadaman Jauh dan Mulai Mengering

Nasional | sindonews | Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:03
share

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap kendala yang dihadapi dalam proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng). Jauhnya sumber air dan mulai mengering, menjadi tantangan tersendiri dalam pemadaman kebakaran.

"Dapat kami sampaikan bahwa beberapa titik api jauh dari sumber air, dan sumber air yang digunakan untuk pemadaman mulai mengering," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Minggu (23/8/2026).

Baca juga: Terungkap! Ini Alasan 72 Tersangka Karhutla Nekat Bakar Hutan dan Lahan

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Berton menyampaikan tim darat bergerak membangun sudetan kanal dari Sungai Kahayan. Serta dilakukan penyekatan agar api tidak melebar ke Kecamatan Jiberan.

"Saat ini tim darat membuat sudetan kanal dari Sungai Kahayan sepanjang 1,8 kilometer dengan lebar 4 meter dan dalam 2 meter yang berfungsi untuk mengalirkan sumber air bagi satgas darat," ucap dia.

Bedasarkan hasil pemantauan satelit, terdapat 2.479 titik panas atau hotspot di wilayah Kalteng, dengan tingkat kepercayaan medium hingga tinggi. Sementara luas indikatif lahan terbakar mencapai 7.634 hektare.

Baca juga: Titik Panas dan Asap Meningkat, BNPB Kerahkan 30 Helikopter Tangani Karhutla Kalimantan

Dalam operasi darat penanganan Karhutlah ini, sebanyak 10.700 personel dikerahkan yang meliputi TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, BPBD, swasta, dan unsur lainnya. Pemantau karhutla juga dilakukan melalui operasi udara.

"Untuk operasi udara, terdapat 10 pesawat yang terdiri dari untuk patroli udara 3 unit, di mana 1 heli Bell, 1 Caravan berfungsi untuk patroli dan OMC, dan penambahan 1 patrol. Untuk water bombing ada 7 unit, 1 unit existing saat ini dan akan penambahan 1 unit lagi," tuturnya.

Topik Menarik