RS Husada Jakarta Bentuk Club Stroke untuk Dampingi Penyintas hingga Pulih
Memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia (RI), Rumah Sakit Husada Jakarta 1924 resmi membentuk "Club Stroke RS Husada". Inisiatif ini menjadi wadah edukasi, rehabilitasi terpadu, hingga pendampingan emosional berkelanjutan bagi para penyintas stroke (strokers) serta para pendamping (caregiver).
Pembentukan komunitas tersebut ditandai melalui kegiatan bertajuk "Merdeka Stroke untuk Hidup Lebih Bermakna" yang digelar di Kompleks Taman Lapangan Cempaka dan Gedung Pertemuan RS Husada, Sabtu (8/8/2026). Ratusan penyintas stroke, keluarga pasien, caregiver, pejabat pemerintah, hingga tokoh nasional menghadiri kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 12.00 WIB tersebut.
Club Stroke RS Husada tidak sekadar menjadi tempat berkumpul para penyintas. Komunitas ini dirancang sebagai ruang edukasi, rehabilitasi terpadu, serta pendampingan emosional berkelanjutan bagi penyintas stroke maupun caregiver. Peresmian Club Stroke juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara RS Husada Jakarta 1924 dan Yayasan Duta KRESHNA Indonesia (YDKI). Melalui kerja sama tersebut, RS Husada menjadi mitra ke-38 YDKI dalam memberikan layanan pendampingan bagi penyintas stroke di wilayah Jabodetabek.
Direktur Utama RS Husada Jakarta 1924, Dr. dr. Fushen menegaskan bahwa hadirnya Club Stroke merupakan komitmen nyata faskes legendaris yang telah berdiri selama 102 tahun ini untuk menyajikan layanan kesehatan yang humanis dan holistik.
"RS Husada tidak hanya hadir sebagai pusat pengobatan, tetapi juga sebagai rumah kedua bagi para penyintas stroke untuk bangkit, pulih, dan kembali menjalani kehidupan yang bermakna," ujar Fushen dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).Ketua Dewan Pembina Yayasan Duta KRESHNA Indonesia (YDKI), Gema Sasmita, juga memberikan dukungan penuh atas terbentuknya Club Stroke ini. Gema mengapresiasi keberlanjutan langkah RS Husada dalam memperkuat pilar ekosistem kesehatan nasional serta inisiatif berkelanjutan dengan dibentuknya club stroke ke 38 ini.
Senada dengan hal itu, Ketua Umum YDKI, Haryanto Suryo Panguripan menyebut sinergi ini penting untuk memperluas jangkauan perlindungan dan rehabilitasi penyintas di Indonesia. "Saya sangat apresiasi MOU ini, KRESHNA berkomitmen memperluas jangkauan layanan. Kolaborasi dengan RS Husada Jakarta 1924 merupakan langkah strategis yang menguatkan ekosistem kesehatan kita," ujarnya.
Selain pelayanan medis dari pakar saraf dr. Maria Inggrid dan psikolog senior, Heryani Budiman, acara ini juga diisi dengan sosialisasi hak-hak disabilitas oleh Komisi Nasional Disabilitas (KND) serta dukungan dari Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta. Melalui kolaborasi ini, RS Husada didorong untuk masuk ke dalam ekosistem Indonesia Health Tourism Society (IHTS) guna mendukung visi Jakarta sebagai Kota Global.










