Peristiwa 18 Juli: Bentuk Galaksi Bima Sakti Diidentifikasi

Peristiwa 18 Juli: Bentuk Galaksi Bima Sakti Diidentifikasi

Nasional | okezone | Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:02
share

JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting, baik di Indonesia maupun dunia, tercatat terjadi pada 18 Juli setiap tahunnya. Mulai dari identifikasi bentuk Galaksi Bima Sakti, kelahiran tokoh antiapartheid Nelson Mandela, terbitnya buku Mein Kampf karya Adolf Hitler, hingga berdirinya Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Berikut rangkuman sejumlah peristiwa bersejarah yang terjadi pada 18 Juli, sebagaimana dirangkum dari Wikipedia:

1. Bentuk Galaksi Bima Sakti Diidentifikasi

Pada 18 Juli 1785, astronom asal Inggris, William Herschel, berhasil mengidentifikasi bentuk Galaksi Bima Sakti (Milky Way). Bima Sakti merupakan galaksi spiral besar yang termasuk dalam tipe Hubble SBbc dengan total massa sekitar 10¹² massa Matahari. Galaksi ini diperkirakan memiliki 200–400 miliar bintang, berdiameter sekitar 100.000 tahun cahaya, dan ketebalan sekitar 1.000 tahun cahaya.

Jarak matahari ke pusat galaksi diperkirakan mencapai 27.700 tahun cahaya. Di dalam Galaksi Bima Sakti terdapat Tata Surya, termasuk Bumi sebagai tempat tinggal manusia. Para ilmuwan menduga di pusat galaksi terdapat lubang hitam supermasif yang dikenal sebagai Sagittarius A.

Tata Surya membutuhkan waktu sekitar 225–250 juta tahun untuk menyelesaikan satu kali orbit mengelilingi pusat galaksi. Sejak terbentuk, Tata Surya diperkirakan telah mengelilingi pusat Galaksi Bima Sakti sebanyak 20–25 kali dengan kecepatan orbit sekitar 217 kilometer per detik.

2. Kelahiran Nelson Mandela

Nelson Rolihlahla Mandela lahir di Mvezo, Afrika Selatan, pada 18 Juli 1918. Ia meninggal dunia di Johannesburg pada 5 Desember 2013 dalam usia 95 tahun.

Mandela dikenal sebagai tokoh revolusioner antiapartheid sekaligus politikus Afrika Selatan yang menjabat sebagai Presiden Afrika Selatan pada periode 1994–1999. Ia menjadi presiden kulit hitam pertama di negara tersebut sekaligus presiden pertama yang terpilih melalui pemilu multiras dengan keterwakilan penuh.

Selama masa pemerintahannya, Mandela berfokus menghapus dampak sistem apartheid melalui pemberantasan rasisme, kemiskinan, dan kesenjangan sosial, serta mendorong rekonsiliasi antarras. Sebagai nasionalis Afrika dan sosialis demokratik, ia juga menjabat sebagai Presiden Kongres Nasional Afrika (ANC) pada 1991–1997 serta Sekretaris Jenderal Gerakan Non-Blok pada 1998–1999.

3. Adolf Hitler Terbitkan Buku Mein Kampf

Pada 18 Juli 1925, Adolf Hitler menerbitkan buku manifesto politiknya yang berjudul Mein Kampf. Buku tersebut ditulis saat Hitler menjalani hukuman penjara setelah upaya kudeta (putsch) yang gagal pada 1923.

Dalam buku itu, Hitler memaparkan pandangannya mengenai masa depan Jerman, termasuk gagasannya terhadap bangsa Yahudi. Setelah berkuasa pada 1933, sejumlah gagasan dalam buku tersebut diwujudkan melalui kebijakan Nazi yang kemudian berujung pada tragedi Holocaust.

Pada masa pemerintahan Nazi di Jerman, Mein Kampf tersedia secara luas di kantor-kantor sipil.

4. Ikatan Pelajar Muhammadiyah Didirikan

Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) merupakan organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak di kalangan pelajar dengan mengusung gerakan Islam dan dakwah amar ma'ruf nahi mungkar. Organisasi ini berlandaskan ajaran Islam yang bersumber pada Al-Qur'an dan Al-Sunnah serta berasaskan Pancasila.

IPM bertujuan membentuk pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka menegakkan serta menjunjung tinggi ajaran Islam demi terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, dan diridai Allah SWT.

Lambang IPM berbentuk segi lima menyerupai pena berwarna hijau yang melambangkan keabadian dan keilahian. Di dalamnya terdapat matahari berwarna kuning sebagai simbol organisasi otonom Muhammadiyah, serta buku berwarna putih yang melambangkan ilmu pengetahuan dan kesucian.

Pada lingkaran matahari terdapat tulisan Nuun Wal Qalami Wamaa Yasthuruun yang berarti "Demi pena dan apa yang dituliskannya", sebagai semboyan IPM. Sementara tulisan "IPM" berwarna merah melambangkan keberanian dalam menyampaikan dakwah Islam sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah.

Topik Menarik