Garda Prabowo: Penyampaian Mahasiswa dalam Aksi Demonstrasi Kurang Beradab
Kepala Departemen Hukum dan HAM Garda Prabowo Amri Piliang memberikan catatan kritis terhadap gaya penyampaian pendapat kalangan mahasiswa dan generasi muda saat ini. Dia menilai banyak aksi protes yang kini dilakukan dengan cara tidak mencerminkan identitas bangsa sebagai masyarakat yang beradab.
Hal ini disampaikan Amri dalam program Rakyat Bersuara bertajuk Tiyo Eks Ketua BEM UGM Dilaporkan, Kritik atau Penghinaan? yang digelar iNews, Selasa (23/6/2026).
Baca juga: UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Dia menegaskan demokrasi Indonesia bukanlah demokrasi liberal, melainkan Demokrasi Pancasila. Sehingga, penyampaian pendapat di muka umum seharusnya merujuk pada sila kedua yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
"Kami ingin memberikan pelajaran bahwa yang dilakukan adik-adik kita generasi muda, khususnya para mahasiswa yang terdidik, tetapi penyampaiannya kurang beradab," kata Amri.Selain menyoroti cara berkomunikasi, dia juga mengkhawatirkan pudarnya rasa hormat generasi muda terhadap orang tua karena pemahaman HAM yang salah kaprah.
Garda Prabowo berharap adanya reformasi di bidang pendidikan karakter agar nilai-nilai sopan santun kembali menjadi fondasi utama dalam berdemokrasi di Indonesia.
"Kita harus kembali lagi bagaimana di sekolah-sekolah sejak usia dini mulai dari SD, SMP sampai SMA dihidupkan kembali Pendidikan Moral Pancasila agar generasi kita mempunyai moral yang terarah melakukan mengamalkan butir-butir Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
"Nah, ini perlu menjadi catatan kita semua. Kita jangan sampai generasi muda melawan orang tua karena mengemukakan kebebasan berpendapat secara individu mengedepankan HAM-HAM, tapi dampaknya kita lihat sopan santunnya kurang dan tidak beradab," tambahnya.










