Peringati Hari Jadi ke-108, Ratusan Obor Menyala Membelah Malam Kota Madiun

Peringati Hari Jadi ke-108, Ratusan Obor Menyala Membelah Malam Kota Madiun

Nasional | inews | Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:19
share

MADIUN, iNews.id - Pemkot Madiun membuka rangkaian peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun dengan Kirab Panji Persatuan, Sabtu (20/6/2026) dini hari. Prosesi sakral yang dimulai tepat pada pukul 00.00 WIB ini mengusung tema "Menyala di Tengah Malam, Bersinar untuk Masa Depan".

Mengambil titik awal dari depan Kantor Bakorwil Madiun, rombongan kirab bergerak khidmat menyusuri Jalan Pahlawan menuju Balai Kota Madiun. 

Langkah kaki para peserta, nyala obor, dan alunan musik drumband tampak memecah keheningan malam, sekaligus menandai dimulainya babak baru bagi Kota Pendekar, yang telah berdiri lebih dari satu abad tersebut.

Iring-iringan kirab dipimpin oleh barisan drumband, diikuti oleh deretan tokoh adat yang membawa simbol-simbol kebesaran daerah. Suasana teatrikal sejarah semakin kental dengan kehadiran tokoh Senopati Raden Ayu Retno Dumillah dan pasukan pembawa obor.

Selain itu, kirab juga melibatkan pembawa Pataka Kota Madiun, Kakang Mbakyu, serta pembawa Panji Pendekar dari seluruh perguruan pencak silat yang ada di Kota Madiun sebagai simbol kerukunan, serta 108 ASN Pemkot Madiun.

Setibanya di halaman Balai Kota Madiun, prosesi beralih menjadi lebih sakral dan khusyuk. Rangkaian acara dilanjutkan dengan penghormatan kepada lambang daerah, dan pembacaan Ikrar Pendekar oleh perwakilan perguruan silat.

Puncak acara ditandai dengan menyalakan Obor Api Madiun Berkilau oleh Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun. Api abadi pada obor tersebut dijadwalkan akan terus menyala selama satu bulan penuh, terhitung mulai 20 Juni hingga 20 Juli 2026.

Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, optimistis prosesi peringatan Hari Jadi ke 108 Kota Madiun, memberikan nyawa baru dalam setiap momentum peringatan. Hal ini terinspirasi dari Patung Kolonel Marhadi.

“Patung Kolonel Marhadi dan Kolonel Marhadi adalah salah satu pahlawan yang bisa menjaga warisan perjuangan. Kota Madiun, Kota pendekar. Kami tidak ingin sebutan kota pendekar hanya slogan,” ucapnya.

Menurutnya, Kota Madiun selama ini dijaga oleh seluruh pendekar dari berbagai perguruan. Oleh karena itu dalam kirab-kirab panji, dikawal oleh seluruh perguruan pencak silat, dan seluruh elemen masyarakat.

“Baik legislatif, yudikatif dan juga seluruh tokoh agama dan juga masyarakat yang hadir pada kesempatan hari ini. Semangat perjuangan tidak boleh berhenti,” tuturnya.

Dia mengatakan bahwa  108 bukan hanya angka, melainkan bukti bahwa perjuangan tidak pernah berhenti.

“Perjuangan harus terus berkobar demi Kota Madiun. Prosesi pembukaan dari ulang tahun mulai per tahun ini semuanya harus bisa melibatkan seluruh masyarakat elemen penjaga Kota Madiun,” katanya.

Dia berharap, proses ini bisa menjadi agenda rutin tahunan sebagai bentuk menjaga perjuangan Kota Madiun, menuju Kota Maju Mendunia.

“Ini harus benar-benar dikemas bagus, dalam budaya, dengan simbol api ini sekaligus kita sebagai pewaris perjuangan itu harus bisa meneruskan,” ucapnya.

Sementara terkait perjuangan yang terus dikobarkan, menurut Bagus adalah upaya untuk terus bersama mensejahterakan rakyat yang masih masuk kategori miskin serta mereka yang masih menganggur agar bisa bekerja.

"Saat ini kita masih punya orang-orang yang masih di kemiskinan dan pengangguran yang masih harus diperjuangkan. Nah, ini yang harus kita sebagai masyarakat dan Pemerintah bergandengan tangan apapun untuk mengentaskan hal-hal yang kurang tadi," tutur Plt Wali Kota Madiun.

Topik Menarik